'Saksi Bisu' Bom Hiroshima akan Dihancurkan

    Anggi Tondi Martaon - 06 Januari 2020 08:11 WIB
    'Saksi Bisu' Bom Hiroshima akan Dihancurkan
    Bangunan yang terletak dengan bencana bom atom di Hiroshima akan dihancurkan. Foto: Committee for the Preservation of the Former Army Depot
    Hiroshima: Saksi bisu bencana bom atom di Hiroshima akan dihancurkan. Alasannya, bangunan yang berjarak 2,7 kilometer dari pusat bom atom itu sangat rawan runtuh jika diguncang gempa berkekuatan di atas magnitudo 6,0.

    Bangunan empat lantai itu dulunya dijadikan sebagai tempat pengungsian para korban. Setiap lantai memiliki ketinggian 15 meter.

    Keputusan meruntuhkan itu sudah melalui kajian mendalam yang dilakukan oleh pemerintah Hiroshima. Bangunan tersebut berdiri di atas lahan lunak sehingga rawan roboh jika diguncang gempa.

    Usulan renovasi pun telah dikaji sebelumnya. Namun, niat tersebut urung dilakukan karena tidak pastinya keamanan gedung untuk ditempati usai direnovasi.

    Dikutip dari CNN, Taiki Adachi, pihak berwenang di pemerintahan Hiroshima menyampaikan alasan lain renovasi tidak dilakukan karena biaya yang sangat mahal. Diperkirakan, anggaran yang dihabiskan untuk renovasi mencapai 8,4 miliar yen atau USD76,7 juta.

    Sebaliknya, pendekatan yang lebih hemat biaya adalah dengan menghancurkan dua unit bangunan dan mempertahankan bagian utama. Perkiraan biaya yang dihabiskan pada pilihan kedua ini hanya 800 juta yen atau USD7,3 juta.

    Dia mengatakan keputusan akhir belum dibuat. Pemerintah akan mendengar pendapat dari masyarakat terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

    (KIE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id