profile
 
    Sri Sultan Hamengkubuwono X

    Sri Sultan Hamengkubuwono X

    Pejabat

    Tempat lahir: Daerah Istimewa Yogyakarta

    Tanggal lahir: 2 April 1946.

    Sri Sultan Hamengkubuwono X adalah raja Kesultanan Yogyakarta sejak tahun 1989 dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sejak tahun 1998. Ia lahir dengan nama BRM Herjuno Darpito. Setelah dewasa bergelar KGPH Mangkubumi dan setelah diangkat sebagai putra mahkota diberi gelar KGPAA Hamengku Negara Sudibyo Rajaputra Nalendra ing Mataram.

     

    Penobatan Hamengkubuwono X sebagai raja dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 1989 (Selasa Wage 19 Rajab 1921) dengan gelar resmi Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sadasa ing Ngayogyakarta Hadiningrat.

     

    Ia merupakan anak tertua dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan istri keduanya, RA Siti Kustina/BRA Widyaningrum/KRA Widyaningrum/RAy Adipati Anum.

     

    BRM Herjuno Darpito menikah dengan Tatiek Drajad Suprihastuti/BRA Mangkubumi/GKR Hemas, putri dari Kolonel Radin Subanadigda Sastrapranata, pada tahun 1968. Ia memiliki lima orang putri dari pernikahan ini. Sri Sultan HB X tidak memiliki selir.

     

    Pada tahun 2015 ini Sri Sultan HB X mengeluarkan serangkaian titah utama raja atau Sabdatama yang dalam konsep kekuasaan raja memiliki kekuatan besar dan harus dipatuhi rakyat.

     

    Sabdatama Sultan HB X yang pertama ialah rakyat diminta untuk tidak lagi membicarakan suksesi kerajaan karena suksesi kerajaan ialah mutlak menjadi kekuasaan raja.

     

    Sabdatama kedua ialah penggantian nama kebesaran raja dari Hamengku Buwono menjadi Hamengku Bawono, serta penghilangan atribut yang menyertai gelar raja sayidin panatagama kalifatulah.

     

    Sabdatama terakhir ialah pemberian gelar putri tertuanya, GKR Pembayun, dengan gelar GKR Mangkubumi.

     

    Sabdatama terakhir itu dapat dimaknai sebagai pengangkatan GKR Pembayu sebagai putri mahkota atau calon pengganti raja.

     

    Ketiga sabdatama HB X itu mengundang polemik pro dan kontra di kalangan masyarakat, karena belum pernah terjadi sebelumnya raja Jawa dari keturunan Mataram Islam memberi gelar mangkubumi kepada seorang putri perempuan. Juga belum pernah terjadi dalam sejarah kerajaan Islam di Yogyakarta itu dipimpin seorang raja perempuan atau ratu.

     

    Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari Medcom.id

    Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id