profile
 
    Rudiantara

    Rudiantara

    Pejabat

    Tempat lahir: Bogor, Jawa Barat.

    Tanggal lahir: 3 Mei 1959.

    Rudiantara dikenal sebagai salah seorang tokoh profesional di bidang industri telekomunikasi dengan kiprah selama puluhan tahun. Tak heran, jika ia ditunjuk menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Kabinet Kerja periode 2014-2019. Ia menyisihkan nama-nama tenar lain yang masuk dalam bursa calon Menkominfo, salah satunya seperti Direktur Utama Radio Republik Indonesia Niken Widiastuti. 

     

    Perjalanan karier Rudiantara bermula pada 1986. Setelah menyelesaikan studi bidang Statistik dari Universitas Padjajaran, ia bekerja sebagai General Manager Pengembangan Bisnis di Indosat.

     

    Sekitar 10 tahun kemudian, pada 1996, Rudiantara menjabat sebagai COO PT Telekomindo Primabhakti. Pemegang gelar MBA dari IPPM-Indonesia ini kemudian mengisi posisi sebagai direktur di PT XL Axiata Tbk (dulu PT Excelcomindo Pratama Tbk) sejak 2005.

     

    Rudiantara juga sempat berkiprah di luar industri telekomunikasi. Antara lain sebagai CEO Bukitasam Transpacific Railways, CEO Transpacific Railways Infrastructure, Wakil Direktur Semen Gresik, kemudian menjabat Wakil Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 2006.

     

    Di PLN, Rudiantara berperan besar dalam mencari pendanaan untuk proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt. Tapi dia kemudian mengundurkan diri dan kembali ke dunia telekomunikasi sebagai Komisaris Independen di PT Telekomunikasi Indonesia pada 2011, kemudian Komisaris Independen di PT Indosat Tbk sejak akhir 2012.

     

    Ia pun aktif di berbagai organisasi lain, termasuk sebagai Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Indonesia (ATSI). Terakhir, dia tercatat sebagai Komisaris utama PT Rukun Raharja sejak Juni 2014.

     

    Sebagai Menkominfo, Rudiantara mendapat sorotan setelah kebijakan Kemenkominfo memblokir 22 situs yang dinilai sarat dengan konten radikalisme dan terorisme tenyata menuai polemik pro dan kontra. Langkah ini disebut merupakan tindak lanjut atas permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) terhadap situs-situs yang dinilai telah menyebarkan paham radikal, berdasarkan penelusuran sejak 2012.

     

     

    Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari Medcom.id

    Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id