profile
 
    Imam Nahrawi

    Imam Nahrawi

    Pejabat

    Tanggal lahir: 8 Juli 1973.

    Tempat lahir: Bangkalan, Jawa Tengah

    Nama Imam Nahrawi diumumkan sebagai Menteri Pemuda dan Olah Raga RI pada Kabinet Kerja oleh Presiden RI Joko Widodo saat menggelar jumpa pers di kompleks Istana Pesiden, Jakarta, Minggu 26 Oktober 2014.

     

    Imam Nahrawi ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk menggantikan Roy Suryo pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2009-2014.

     

    Imam Nahrawi saat ini diketahui menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB. Dia juga menjabat sebagai direktur intervensi Surabaya dan CV. Alhidayah Surabaya.

     

    Pria 41 tahun yang beristrikan Shobibah Rahmah dan telah dikaruniai tujuh orang anak ini juga sempat menjabat sebagai anggota MPR RI selama dua periode (2004-2009 DAN 2009-2014).

     

    Imam Nahrawi juga dikenal aktif dalam kegiatan organisasi. Semasa kuliah, ia aktif di Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya 1994-1995. Ia juga pernah menjadi Ketua Umum (Ketum) PMII Jatim 1997, dan menjadi Ketum DKN Garda Bangsa 2002.

     

    Upaya Imam sebagai Menpora untuk membenahi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjadi polemik pro dan kontra serta mendapat sorotan masyarakat. Ia membuat keputusan yang mengejutkan. Pada 17 April 2015, melalui surat keputusannya, PSSI resmi dibekukan karena dianggap mengabaikan dan tidak mematuhi kebijakan pemerintah. Atas dasar itu, Menpora memberikan sanksi administratif dengan tidak mengakui semua kegiatan keolahragaan yang dilakukan PSSI.

     

    Imam mengatakan diperlukan pembenahan secara total agar Indonesia kembali berjaya di dalam negeri maupun dunia internasional.

     

    Fédération Internationale de Football Association (FIFA) atau Federasi Sepak bola Internasional akhirnya menjatuhkan sanksi untuk Indonesia karena penanganan kisruh sepak bola antara PSSI dan Kemenpora tak kunjung usai hingga tenggat waktu yang ditentukan. Imbasnya, sepak bola Indonesia di masa mendatang dipastikan terisolasi dari seluruh kompetisi Internasional, kecuali SEA Games 2015, Singapura.

     

    Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak akan tinggal diam dengan sanksi FIFA yang dijatuhkan untuk sepak bola Indonesia. Pemerintah merasa bertanggung jawab terhadap masalah dijatuhkannya sanksi oleh FIFA kepada PSSI. Pemerintah akan segera melakukan sejumlah langkah strategis sebagai konsekuensi dari sanksi tersebut.

     

    Kemenpora akan bersinergis dengan berbagai lembaga terkait untuk segera menyempurnakan cetak biru (blue print) pembenahan sepakbola nasional dalam waktu secepatnya sehingga dapat diperoleh grand strategi yang lebih komprehensif, transparan, obyektif dan dengan target total prestasi yang signifikan dalam penataan ulang sistem pengelolaan persepakbolaan nasional Indonesia.

     

    Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari Medcom.id

    Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id