KPK Berharap Pilkada Tak Jadi Pil Nestapa

    Fachri Audhia Hafiez - 12 November 2020 12:17 WIB
    KPK Berharap Pilkada Tak Jadi Pil Nestapa
    Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron. ANTAditya Pradana Putra
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 harus melahirkan kepala daerah yang melayani rakyat. Lembaga Antikorupsi menyayangkan bila hasil pilkada justru melahirkan kepala daerah yang tidak sesuai harapan publik.

    "Kalau sudah begini terjadi, mari kemudian berintrospeksi. Pilkada ini sesungguhnya benar pilkada atau ternyata pil nestapa?" kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam webinar Pembekalan Pilkada Berintegritas 2020, Kamis, 12 November 2020.

    Ghufron meminta kepala daerah menanamkan semangat berlomba untuk menjadi pelayan rakyat, bukan menjadi penguasa. Dia juga berharap aspirasi masyarakat tidak menjadi jual beli kuasa.

    Dia menyebut praktik jual beli kuasa melahirkan penguasa lalai dalam tujuan bernegara. Motif dan niat menjadi kepala daerah juga bergerak ke arah yang salah.

    (Baca: KPK Tak Akan Hentikan Proses Hukum Cakada Terlibat Kasus Korupsi)

    Situasi itu dinilai melahirkan praktik korupsi dari berbagai sektor, seperti sumber daya alam hingga jual beli jabatan di lingkungan pejabat daerah. Kepentingan rakyat juga dikesampingkan menjadi kepentingan pribadi.

    "Semua rakyat (harus) diperlakukan yang sama adil. Tapi sekarang ini habis karena sudah merasa pilkada yang bukan demokratis lagi, tapi sudah beli suara," ucap Ghufron.

    Ghufron menegaskan KPK hadir dalam rangkaian tahapan Pilkada Serentak 2020 untuk mengawasi terciptanya keadilan dan kemakmuran di setiap daerah. Lembaga Antikorupsi turut memantau kepala daerah yang merugikan masyarakat khususnya terindikasi korupsi.

    "KPK nangis Pak, kalau kemudian ada pilkada melahirkan pemimpin yang enggak benar," tegas Ghufron.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id