Masih Situasi Bencana, KPU Cermati Pelaksanaan PSU Sabu Raijua

    Putra Ananda - 17 April 2021 04:08 WIB
    Masih Situasi Bencana, KPU Cermati Pelaksanaan PSU Sabu Raijua
    Ilustrasi KPU. Medcom.id



    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mempersiapkan proses dan tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggar Timur (NTT). KPU meminta KPUD Kabupaten Sabu Raijua terus berkoordinasi dengan seluruh pihak lantaran lokasi PSU terdampak bencana banjir bandang.

    "Bencana ini tentu jadi keprihatinan kita bersama. Oleh karena itu pelaksanaan PSU perlu partisipasi semua pihak," kata Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 16 April 2021.

     



    Berdasarkan putusan MK, KPU memiliki waktu maksimal 60 hari untuk melaksanakan PSU Pilkada Sabu Raijua. KPU mendorong KPUD mempersiapkan hal-hal terkait kepemiluan dengan tetap mencermati situasi bencana agar PSU bisa terselenggara dengan baik.

    "Kami juga meminta agar mereka (KPUD Sabu Raijua) terus melaporkan kepada KPU RI terkait situasi terakhir di sana," ungkap dia.

    Dewa menyebut KPU terus memantau dan melakukan supervisi terhadap persiapan pelaksanaan PSU Kabupaten Sabu Raijua. Sesuai Peraturan KPU (PKPU) segala proses persiapan pelaksanaan tahapan PSU merupakan tanggung jawab KPUD setempat. Hal ini juga berlaku di 15 daerah lain yang melaksanakan PSU.

    "Kami sebagai pusat telah melakukan supervisi melalui surat yang akan ditindaklanjuti oleh KPUD selaku pihak pelaksana PSU," ungkap dia.

    (Baca: Parpol Mesti Belajar dari Putusan Sengketa Pilbup Sabu Raijua)

    Salah satu hal penting dalam menyiapkan PSU ialah menyosialisasikan kepada pemilih. Sosialisasi perlu agar tingkat partisipasi pemilih dalam proses PSU tetap terjaga. Dewa menyebut tidak ada lagi tahapan kampanye dalam PSU.

    "Mengenai kampanye sesuai dengan ketentuan tidak lagi ada kampanye dalam PSU maupun penghitungan suara ulang. Yang ada hanya sosialisasi dari KPU," ujar dia.

    Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Sabu Raijua pada 9 Desember 2020 berjumlah 54.546 orang. Sementara itu, partisipasi pemilih sebanyak 44.713 orang.

    "Kita menggunakan DPT berdasarkan 9 Desember lalu dengan melakukan pencermatan siapa yang masih berhak memilih dan tidak," ungkap dia.

    Sebelumnya, MK mendiskualifiksai pasangan Orient Riwu Kore-Thobias Uly. Orient diketahui berkewarganegaraan Amerika Serikat dan Uly merupakan pensiunan pejabat Pemprov NTT.

    Putusan MK yang dibacakan pada Kamis, 15 April 2021, memberikan kesempatan kepada dua pasangan calon yang sebelumnya kalah dalam pilkada, kembali bertarung dalam pemunggutan suara ulang. Mereka yakni pasangan Nikodemus N Rihi Heke-Yohanis Uly Kale dan Taken Radja Pono-Herman Hegi Radja Haba.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id