Tingginya Pemungutan Suara Ulang Menjadi Refleksi Profesionalitas KPU

    Kautsar Widya Prabowo - 24 Maret 2021 07:35 WIB
    Tingginya Pemungutan Suara Ulang Menjadi Refleksi Profesionalitas KPU
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah daerah harus menjadi evaluasi bagi penyelenggara pemilu. Terutama, Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

    Peneliti lembaga riset Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana menjelaskan PSU dilakukan atas dasar terjadinya pelanggaran. Hal itu menjadi refleksi dari profesionalitas penyelenggara pemilu.






    "Misalnya (PSU) di Bupati Nabire terkait daftar pemilih tetap (DPT) karena ada kesalahan yang terjadi," ujar Ihsan dalam diskusi virtual, Selasa, 23 Maret 2021.

    MK juga memerintahkan dilakukan pergantian panitia penyelenggara ad hoc di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS). Hal ini menunjukkan terjadinya permasalahan di tengah penyelenggara pemilu.

    "Jadi kalau dilihat perihal putusan PSU dipengaruhi dengan kinerja penyelenggara (pemilu)," jelasnya.

    MK mengabulkan 17 gugatan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah (PHPKada) 2020. Sebagian besar putusan memerintahkan KPU melakukan PSU, baik di beberapa tempat pemungutan suara (TPS) hingga pengulangan di satu wilayah tertentu.

    "(Sebanyak) 16 putusan MK memerintahkan untuk pemungutan suara ulang. Sedangkan satu putusan MK perintahkan penghitungan suara ulang," ujar Ihsan.

    Baca: Pemungutan Suara Ulang di Pilkada Serentak 2020 Terbanyak

    Sebanyak 16 putusan tersebut mengharuskan PSU dijalankan di 15 daerah. Dua gugatan di Kabupaten Nabire sama-sama dikabulkan. Sementara itu, penghitungan suara ulang harus dilakukan di 65 TPS Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

    Berikut 15 daerah yang diperintahkan MK menggelar PSU:

    1. Pemilihan Bupati Nabire (dua perkara)
    2. Pemilihan Bupati Yalimo
    3. Pemilihan Bupati Teluk Wondama
    4. Pemilihan Bupati Morowali
    5. Pemilihan Bupati Labuhanbatu Selatan
    6. Pemilihan Bupati Halmahera Utara
    7. Pemilihan Bupati Labuhanbatu
    8. Pemilihan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir
    9. Pemilihan Bupati Rokan Hulu
    10. Pemilihan Bupati Mandailing Natal
    11. Pemilihan Bupati Indragiri Hulu
    12. Pemilihan Bupati Boven Digoel
    13. Pemilihan Wali Kota Banjarmasin
    14. Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan
    15. Pemilihan Gubernur Jambi.


    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id