KPU Diminta Melihat Kasus Covid-19 Per Daerah

    Kautsar Widya Prabowo - 14 Mei 2020 06:32 WIB
    KPU Diminta Melihat Kasus Covid-19 Per Daerah
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki pekerjaan rumah (PR) besar dalam menyelenggarakan Pilkada Serentak di tengah pandemi virus korona (covid-19). Sebanyak 270 daerah yang terlibat dalam pesta demokrasi tersebut harus dipastikan terbebas dari virus korona (covid-19).

    Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona Achmad Yurianto mengatakan setiap daerah di Indonesia memiliki tren perkembangan covid-19 yang berbeda-beda. Sehinggga, KPU harus melihat kasus dari setiap daerah yang terpapar.

    "Pilkadanya bukan se-Indonesia. Enggak bisa digeneralisasi (melihat perkembangan covid-19)," ujar Yuri kepada Medcom.id, Rabu, 13 Mei 2020.

    Baca: Anggaran Pilkada 2020 Diusulkan untuk Penanganan Korona

    Yuri mencontohkan perbedaan perkembangan covid-19 pada daerah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Dirjen P2P Kemenkes) itu menyebut tren perkembangan covid-19 secara nasional belum menujukkan hal positif.

    Dia menilai PSSB tidak akan dilonggarkan selama kasus positif terus bertambah. "Kalau belum (turun) tidak dilonggarkan. Jangan dibalik dilonggarkan (PSBB) jadi turun," kata dia.

    Presiden Joko Widodo menunda Pilkada 2020. Penundaan tertuang dalam Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

    Penundaan hingga akhir tahun belum final. Bila pandemi belum usai, pemerintah akan menjadwalkan ulang penyelenggaraan Pilkada 2020.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id