KPU Medan Tetapkan 1.601.001 DPT

    Antara - 16 Oktober 2020 14:59 WIB
    KPU Medan Tetapkan 1.601.001 DPT
    ilustrasi Medcom.id
    Medan: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan, Sumatra Utara, menetapkan 1.601.001 jiwa daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan 2020.
     
    "Terdiri dari laki-laki 781.953 dan perempuan 819.048 jiwa," kata Komisioner KPU Medan, Nana Miranti, di Medan, Jumat, 16 Oktober 2020.
     
    Jumlah tersebut berkurang 13.614 dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang disahkan pada 12 September 2020 lalu. Jumlah pemilih yang sebelumnya ada di DPS yakni 1.614.615 dengan rincian 825.903 perempuan dan 788.712 pemilih laki-laki.
     
    Nana menjelaskan DPT yang ditetapkan itu sudah memasukkan rekomendasi dan temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) khususnya terkait data ganda yang sebelumnya dikatakan ada di DPS.
     
    "Rekom dari Bawaslu data ganda 36 ribu, setelah ditelusuri hanya ada 1.218 ganda yang ada di DPS," ujarnya.
     
    Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan tahun 2020 diikuti oleh dua pasangan calon (paslon) yakni pasangan nomor urut 1 Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan pasangan nomor urut 2 Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman.
     
    Pasangan Akhyar-Salman didukung dua partai, yakni PKS dan Partai Demokrat. Sementara pasangan Bobby-Aulia didukung delapan partai politik, yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, Partai NasDem, Partai Hanura, PSI, dan PPP.

    Debat

    KPU Kota Medan juga merencanakan menggelar tiga kali debat kandidat paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Debat kandidat tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 7 November, 21 November dan 5 Desember 2020.

    "Kami masih mensinkronisasikan jadwal kami dengan tim kampanye pasangan calon nomor urut 1 Akhyar Nasution-H Salman Alfarisi dan nomor urut 2 M Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman dalam rakor yang akan kami gelar, Senin nanti," katanya.

    Selain itu, kedua paslon juga akan diminta pandangannya terkait membuat kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan dan pengendalian covid-19.

    Terkait materi atau tema debat ini, ungkapnya, KPU Medan akan mengundang para ahli di masing-masing bidang ini untuk menjadi tim penyusun materi dari kalangan profesional, akademisi maupun tokoh masyarakat untuk membahas materi debat ini.

    "Kami akan laksanakan pascarakor dengan kedua Tim paslon Pilkada Medan," ucap-nya.

    Seluruh peserta, paparnya, diwajibkan mematuhi protokol kesehatan covid-19. Sedangkan para undangan tidak diperbolehkan membawa alat peraga atau atribut kampanye, meneriakkan yel-yel yang dapat mengganggu ketertiban acara debat.

    "Para tamu wajib mematuhi ketentuan mengenai status penanganan covid-19 pada daerah pemilihan setempat yang ditetapkan pemerintah atau gugus tugas percepatan penanganan covid-19," katanya.

    (ALB)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id