Uji Coba Sirekap di Pilkada 2020 Jadi Bekal Pemilu Mendatang

    Cindy - 13 November 2020 13:19 WIB
    Uji Coba Sirekap di Pilkada 2020 Jadi Bekal Pemilu Mendatang
    Ilustrasi pemilihan umum. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) disepakati menjadi alat publikasi hasil penghitungan suara secara digital di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Keberhasilan uji coba Sirekap itu akan menjadi bekal rujukan penetapan hasil resmi pemilihan umum (pemilu) mendatang.

    "Meski bukan rujukan penetapan hasil resmi, tapi dia akan menjadi referensi berikutnya," ucap Anggota Dewan Pembina Pekumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 13 November 2020.

    Menurut dia, Sirekap tetap berperan penting sebagai instrumen transparansi dan akuntabilitas. Keberhasilan uji coba Sirekap di Pilkada 2020 juga akan memengaruhi kepercayaan publik dalam penggunaan teknologi rekapitulasi suara secara elektronik itu.

    Baca: Sirekap Mestinya Bisa Menjadi Pilot Project

    Titi berharap Sirekap memiliki akurasi pencatatan suara tinggi. Sehingga bisa mencegah kecurangan dan meminimalisasi konflik.

    "Karena hasil dipublikasikan secara cepat, sesuai hasil yang diperoleh di TPS dan dapat diakses saksi, pengawas, dan masyarakat pemilih," beber dia.

    Keberhasilan itu harus ditunjang keseriusan KPU daerah dalam menyiapkan dan melaksanakan Sirekap. Sehingga, Sirekap dapat digunakan secara maksimal untuk pemilu berikutnya.

    Titi meminta KPU daerah tak menyepelekan Sirekap. Sistem tersebut harus diuji secara maksimal melalui kerja profesional perangkat KPU daerah.

    "Justru mereka harus punya motivasi tinggi dan penuh bersemangat," ucap Titi.

    Sirekap disepakati hanya akan diuji coba atau menjadi alat bantu rekapitulasi suara di Pilkada 2020. Keputusan itu diambil dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPR bersama KPU, Bawaslu, dan Kementerian Dalam Negeri, Kamis, 12 November 2020.

    Hasil resmi rekapitulasi suara Pilkada 2020 tetap didasari berita acara dan rekapitulasi suara secara manual. Sedangkan, Sirekap hanya menjadi data pembanding dan digunakan sebagai alat publikasi hasil rekapitulasi.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id