KPU Ogan Ilir Diskualifikasi Paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak

    Media Indonesia.com, Gonti Hadi Wibowo - 13 Oktober 2020 08:21 WIB
    KPU Ogan Ilir Diskualifikasi Paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak
    Spanduk paslon nomor urut 2 di Pilkada Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam dan Endang PU Ishak. MI/Dwi Apriani
    Ogan Ilir: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, mendiskualifikasi pasangan calon bupati dan wakil bupati petahana Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak. Keputusan diambil setelah menggelar rapat pleno dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ogan Ilir pada 5 Oktober 2020, terkait pelanggaran Bupati Ilyas Panji Alam yang melakukan rotasi pejabat dan lainnya.

    "Kami secepatnya akan melayangkan surat diskualifikasi tersebut kepada paslon bersangkutan," kata Ketua KPU Ogan Ilir, Massuryati, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Dia mengatakan tindak lanjut rekomendasi dari Bawaslu adalah melaksanakan ketentuan sesuai aturan Pasal 71 ayat 5 undang-undang No 1 tahun 2017 yang diubah berapa kali menjadi undang-undang no 6 tahun 2020 dan PKPU No 3 tahun 2017 tentang pencalonan diubah menjadi PKPU No 9 tahun 2020 tentang pembatalan pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak.

    Baca: 14 Provinsi Penyelenggara Pilkada 2020 Bebas Zona Merah Covid-19

    Dia menilai, jika paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak tidak menerima hasil keputusan dipersilakan menempuh jalur hukum. Sedangkan kampanye oleh Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak akan diberhentikan, setelah surat keputusan pembatalan pencalonan dikeluarkan.

    "Mulai hari ini mereka sudah tidak boleh lagi melakukan kampanye," katanya.

    Sementara itu, Ketua Tim Paslon Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak, Yulian Gunhar, mengatakan pihaknya menghargai keputusan penyelengara Pilkada baik KPUD Ogan Ilir maupun Bawaslu Ogan Ilir.

    "Langkah selanjutnya tentu kami akan melakukan upaya hukum ke Mahkamah Agung secepatnya," kata dia.

    Baca: Metro TV Dipercaya Menyiarkan Debat Pilkada Kota Semarang

    Ketua tim advokasi paslon nomor urut dua itu, Firli Darta, akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung (MA) atas terkait putusan KPU OI yang membatalkan atau mendiskualifikasi kliennya sebagai peserta Pilkada setempat 2020.

    "Menyikapi hal itu, kita akan menempuh jalur hukum, yaitu sesui dengan mekanismenya ke MA, bukan ke PTUN. Karena ini pelanggaran, bukan sengketa, maka harus ke MA," tukasnya.

    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id