KPU Jateng Akui Keterlambatan APK karena Gagal Lelang

    Budi Arista Romadhoni - 28 Maret 2018 10:56 WIB
    KPU Jateng Akui Keterlambatan APK karena Gagal Lelang
    Ilustrasi alat peraga kampanye (APK)--Aditya Mahatya Yodha
    Semarang: KPU Jawa Tengah terlambat mendistribusikan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK). Hal itu menghambat para pasangan calon bisa dikenal masyarakat Jateng. 

    Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo mengakui keterlambatan produksi APK dan BK karena gagal lelang dari peserta rekanan. 

    "Ada keterlambatan karena gagal lelang, spanduk sudah dijadwalkan di lapangan, tapi yang siap baru bambunya, umbul-umbul juga sama gagal lelang, baliho baru 60 persen prosesnya, ini resiko gagal lelang," kata Joko di Semarang, Rabu, 28 Maret 2018. 

    Joko menjelaskan, banyak rekanan yang mengembalikan kontrak pembuatan APK dan BK. Keterlambatan ini menyebabkan sosialisasi terlambat, meski kampanye sudah berlangsung sejak 15 Februari 2018. 

    "Ini bagian pengadaan barang saya suruh evaluasi. Apa memungkinkan dilanjutkan. Kalau tidak sesuai kontrak, ditolak. Hasil evaluasi kita minta, nanti kita ambil kebijakan, atau tidak. Prinsipnya sudah mulai pemasangan," tandasnya. 

    Dia mengatakan, untuk BK ada lelang tambahan. Karena ada kesalahan pembuatan, Bahan Kampanye yang sudah jadi dikembalikan ke pemenang tander. 

    "Lieflet dari satu pemenang lelang sudah kita distribusikan tapi tidak semua sebagian kita kembalikan karena kita tolak dan tidak sesuai apa yang kami inginkan, dan tidak kami bayar. Ini lelang ulang," ucapnya. 



    Kemudian untuk baliho dirinya mengaku membuat permanen dengan rangka besi, dan nantinya setelah pemilu bisa digunakan oleh Pemda setempat. 

    "Tujuannya biar disetiap pemilu kita tidak melulu membuat rangka baliho, Minggu ini adalah terakhir untuk pemenang tander. Sudah peringatan terakhir. Klu minggu depan tidak selesai, kami ambil kebijakan," tegasnya. 

    Pemenang tander pembuatan APK dan BK merupakan perusahaan dari luar Jawa Tengah. Seperti baliho yang menang dari Banten, umbul-umbul dari Tangerang, spanduk Cikarang. 

    "Memang yang menang luar Jawa Tengah, pelaksanaannya mungkin orang-orang Jawa Tengah, karena ini e-lelang. Kemudian kita tetap sosialisasikan masing-masing paslon, kita informasikan visi misi paslon ke tengah-tengah keluarga langsung. Tapi tidak secara lisan, pakai poster, dan lieflet dari KPU," jelasnya.

    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id