Kebutuhan APD Petugas Pemilu di Depok Dipastikan Terpenuhi

    Kautsar Widya Prabowo - 26 Juni 2020 08:56 WIB
    Kebutuhan APD Petugas Pemilu di Depok Dipastikan Terpenuhi
    Ilustrasi pengerjaan baju hazmat . Medcom.id/Hendrik Simorangkir.
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok hingga saat ini belum mendapatkan dana tambahan untuk menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di tengah pandemi covid-19. Namun, hal itu dipastikan tidak menghambat pemenuhan alat pelindung diri (APD) bagi petugas.

    "Anggaran tambahan ada dari APBN, cuma memang belum bisa dicairkan, kami masih harus menunggu petunjuk selanjutnya," kata Ketua KPU Depok Nana Shobarna kepada Medcom.id, Kamis, 25 Juni 2020.

    Di sisi lain, Nana bersyukur KPU Depok tidak menggelar verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan pada 24 Juni 2020. Sebab, tahapan pilkada itu mengharuskan adanya interaksi langsung antara petugas pemilu dan masyarakat.

    KPU Depok akan menggelar tahapan pilkada pada awal Juli. Tahapan meliputi rekrutmen petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dan pemutakhiran daftar pemilih dan pencocokan penelitian (coklit).

    Nana memastikan kebutuhan APD bagi petugas pemilu tercukupi. Koordinasi yang intens juga dilakukan dengan KPU provinsi ihwal kebutuhan APD.

    "Kebutuhan APD petugas, semua sedang dalam proses. Kami juga melakukan koordinasi dengan pimpinan kami di provinsi," kata dia.

    Baca: PKPU Pilkada 2020 Tak Kunjung Rampung

    Sebelumnya, KPU menyebut anggaran tambahan Pilkada Serentak 2020 untuk memenuhi ketersedian APD belum dapat dicairkan. Padahal, tahap verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan telah dimulai.

    "Di dalam peraturan kita, sekurang-kurangnya (tersedia APD) masker, pelindung wajah, sarung tangan. Tapi sampai sekarang duitnya belum bisa dicairkan," ujar Ketua KPU Arief Budiman dalam diskusi virtual Dialektika Media Indonesia bertajuk 'Pilkada Serentak 2020, Realistiskah?', Rabu, 24 Juni 2020.

    Kemenkeu telah menyetujui pengajuan penambahan anggaran Pilkada Serentak 2020 Rp4,7 triliun. Pencairan anggaran tersebut dibagi dalam tiga tahap.

    Tahap pertama akan dicairkan Rp1,024 triliun pada Juni 2020. Tahap kedua, Rp3,28 triliun pada Agustus 2020. Kemudian, tahap tiga Rp457 miliar diminta dicairkan pada Oktober 2020.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id