KPU Harus Memetakan Risiko Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi

    Kautsar Widya Prabowo - 14 Oktober 2020 08:46 WIB
    KPU Harus Memetakan Risiko Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta memetakan segala risiko pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di tengah pandemi virus korona (covid-19). Termasuk risiko yang bisa berdampak pada penundaan pilkada.

    "Sehingga penyelenggara pemilu tidak tergagap merespons setiap potensi risiko yang bisa terjadi," ujar anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada Medcom.id, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Beragam risiko itu termaktub dalam Peraturan KPU (PKPU) yang mengatur khusus terkait mitigasi risiko. PKPU tidak hanya berisikan penerapan protokol kesehatan dalam tata cara, prosedur, dan mekanisme pelaksanaan.

    Baca: Sejumlah Paslon Disebut Sudah Kampanye dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

    PKPU juga mengatur indikator dan variabel yang harus diantisipasi saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat covid-19. "Misalnya, bagaimana kalau penyelenggara di suatu daerah terdampak covid-19 atau kah situsi yang bagaimana dan seperti apa yang bisa membuat tahapan pilkada tertunda," ucap dia.

    Titi menilai KPU seharusnya sudah melakukan mitigasi risiko sejak jauh-jauh hari. Terlebih pandemi covid-19 menjadi pengalaman pertama kali bagi KPU dalam menyelenggarakan pesta demokrasi.

    "Mitigasi risiko pilkada di tengah pandemi covid-19 adalah suatu keniscayaan," tegas dia.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id