KPK: 62% Calon Kepala Daerah Petahana Makin Kaya

    Candra Yuri Nuralam - 04 Desember 2020 21:36 WIB
    KPK: 62% Calon Kepala Daerah Petahana Makin Kaya
    Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat banyak calon kepala daerah (cakada) petahana pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 semakin kaya. Hal itu diketahui dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

    "Petahana di periode (masa jabatan) pertama, 62 persen ternyata hartanya meningkat," kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Desember 2020.

    Pahala mengungkapkan kenaikan kekayaan cakada petahana berbeda-beda. KPK mencatat dua cakada petahana kekayaannya meningkat lebih dari Rp100 miliar setelah menjabat.

    "Yang (kenaikannya) Rp10-100 miliar 27 (cakada), tapi sebagian besar bertambah dari Rp1-Rp10 miliar," ujar Pahala.

    Namun, tidak semua cakada petahana makin kaya saat mencalonkan diri pada Pilkada 2020. Beberapa kepala daerah tercatat kekayaannya menurun selama menjabat.

    (Baca: Potensi Korupsi Kepala Daerah Pengusaha Lebih Tinggi)

    "Ada juga yang berkurang, bahkan berkurangnya dari Rp10-sampai Rp100 miliar," tutur Pahala.

    KPK bakal kembali mengonfirmasi harta kekayaan para cakada petahana bila kembali menjabat. Konfirmasi dilakukan dengan data LHKPN periode selanjutnya.

    "Walaupun dia petahana kita masih lihat dia terpilih apa enggak ke depan," ucap Pahala.

    Sebanyak 1.476 atau 738 pasangan calon kepala daerah bertarung pada Pilkada Serentak 2020. Sebanyak 555 berlatar belakang birokrat, di mana 332 di antaranya petahana, 256 anggota legislatif, dan 665 pengusaha atau swasta lainnya.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id