Penyelenggara Pemilu Rentan Disusupi Praktik Korupsi

    Fachri Audhia Hafiez - 19 November 2020 16:12 WIB
    Penyelenggara Pemilu Rentan Disusupi Praktik Korupsi
    Ilustrasi suap. Medcom.id
    Jakarta: Penyelenggara pemilihan umum (pemilu) di tingkat daerah kerap disusupi praktik korupsi. Politik transaksional itu untuk meloloskan calon tertentu.

    "Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sudah sering memproses praktik transaksional dengan penyelenggara pemilu, atau tim seleksi untuk meloloskan atau tidak meloloskan calon tertentu," kata penasihat pemantau kemitraan pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahidah Suaib dalam diskusi virtual Anti-Corruption Summit 4 melalui akun YouTube KPK RI, Kamis, 19 November 2020.

    Wahidah pernah menemukan ada tim seleksi (timsel) aktif menentukan lolos atau tidaknya seorang calon. Dia mengungkapkan calon yang ingin lolos dimintai sejumlah uang.

    "Ketua timsel-nya yang menurut pengakuan para calon dia proaktif. Anda lolos bla bla (jumlah uang) sekian, sekian," ungkap Wahidah.

    (Baca: KPU Ingatkan Paslon Tak Mengintervensi Penyelenggara Pilkada)

    Potensi praktik korupsi lainnya yang mendera penyelenggara pemilu ialah ketika penetapan calon dan jual beli kursi pencalonan. Adapula praktik suap dalam penetapan partai politik peserta pemilu, daftar calon tetap, hingga penetapan daftar calon terpilih.

    Salah satu contoh korupsi di tingkat penetapan daftar calon terpilih ialah kasus mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Wahyu terbukti menerima suap untuk meloloskan calon legislatif (caleg) dalam pergantian antarwaktu (PAW).

    Wahidah berharap ada penguatan integritas pada setiap penyelenggara pemilu di tingkat daerah dan pusat. Sehingga penyelenggaraan pemilu tak dikotori unsur korupsi. Terlebih jelang hari pemungutan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember 2020.

    "Integritas dan kapasitas penyelenggara pemilu di daerah juga didorong," ucap dia.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id