Efek Domino Pandemi Covid-19 di Pilkada 2020

    Anggi Tondi Martaon - 14 Oktober 2020 16:09 WIB
    Efek Domino Pandemi Covid-19 di Pilkada 2020
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan membeberkan efek domino pandemi virus korona (covid-19) terhadap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Dampak pertama yakni kekhawatiran klaster penyebaran virus di Pilkada 2020.

    "Kalau kita menggelar di era wabah maka itu banyak ahli mengatakan akan ada klaster baru covid-19," kata Djohermansyah dalam diskusi virtual CSIS bertemakan Evaluasi 15 Tahun Pelaksanaan Pilkada: Capaian dan Tantangan, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Dampak pandemi kedua yakni memecah fokus pemerintah. Penanganan virus korona di daerah dianggap terganggu, karena mayoritas petahana maju kembali di Pilkada 2020.

    "Jumlah lebih 200-an. Jadi jumlahnya sangat mayoritas sehingga mereka (petahana) akan sibuk mengurus Pilkada 2020 ini daripada covid-19," ungkap dia.

    Djohermansyah juga menyebut penyelenggaraan Pilkada 2020 berpotensi menggerus partisipasi pemilih. Sementara itu, penyelenggara mematok partisipasi 75 persen.

    Dia khawatir target itu tak tercapai karena pemilik hak pilih mengkhawatirkan keselamatan mereka ketika pergi ke tempat pemungutan suara (TPS).

    "Pemilih tidak semangat mendatangi bilik suara karena keselamatan jiwa lebih penting," kata Djohermansyah.

    Baca: Satgas Covid-19 Beri 'Kartu Kuning' untuk 16 Kabupaten/Kota

    Dampak tersebut membuat legitimasi kepala daerah terpilih menjadi lemah. Sebab, tingkat keterpilihannya rendah.

    "Akibatnya, kepemimpinan kepala daerah terpilih tidak bisa efektif," sebut dia.

    Dampak terakhir yaitu meningkatnya kecurangan di Pilkada 2020, seperti politik uang hingga penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) yang dilakukan petahana. Djohermansyah melihat peningkatan potensi pelanggaran dipicu kebutuhan masyarakat.

    "Masyarakat juga kebetulan mengalami kesulitan ekonomi (sehingga) membutuhkan sembako dan uang," ujar dia.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id