Maju Pilkada, Khofifah Minta Anak Buahnya Mundur dari ASN

    Amaluddin - 18 Februari 2020 19:36 WIB
    Maju Pilkada, Khofifah Minta Anak Buahnya Mundur dari ASN
    ilustrasi Medcom.id
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta dua anak buahnya mundur sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim, jika maju pada Pilkada Serentak 2020. Keduanya adalah Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, Setiajit, dan Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Fattah Jasin.

    "Kalau nanti sudah resmi jadi calon kepala daerah, maka harus mundur dari ASN," kata Khofifah, di Surabaya, Selasa, 18 Februari 2020.

    Setiajit dipastikan maju sebagai calon bupati (cabup) Tuban, sementara Fattah Jasin hendak maju sebagai Bupati Sumenep, Madura. Saat ini, keduanya masih menunggu rekomendasi dari partai politik (parpol), untuk ikut kontestasi pada Pilkada Serentak 2020.

    Dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala Dinas ESDM Jatim, Setiajit, menyatakan siap mengundurkan diri sebagai ASN Pemprov Jatim. Namun jika pihaknya mengantongi rekomendasi dari parpol untuk maju di Pilkada Tuban 2020. "Saya akan mundur dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), kalau sudah proses pendaftaran (KPU) Mei mendatabg," kata Setiajit.

    Koordinator Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim, Aang Kunaifi, mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan persiapan Pilkada Serentak 2020. Mulai dari Pembentukan PPK, PPS, Pengumuman Hasil Sinkronisasi DPT dengan DPT Pemilu Terakhir, dan Pendaftaran Pemantau Pemilu, Lembaga Survey dan Hitung Cepat. "Kami benar-benar ingin memaksimalkan fungsi pencegahan pada tahun 2020," kata Aang.

    Selain upaya pengawasan langsung pada tahapan Pilkada, Aang juga akan membumikan nilai Pengawasan kepada masyarakat dan berbagai pihak yang terlibat dalam Pemilu. "Di antaranya melakukan pendekatan pada aktivis, akademisi, bahkan pendekatan khusus pada masyarakat yang berada di wilayah pedesaan," kata Aang.

    Sebanyak 19 kabupaten/kota di Jatim akan menggelar pilkada serentak yang dijadwalkan pada 23 September 2020. Rinciannya, Kota Surabaya, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang dan Kabupaten Ngawi.

    Kemudian Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Gresik serta Kabupaten Kediri.

    Sesuai jadwal Pilkada Serentak 2020 dari KPU, masa pendaftaran pasangan calon Pilkada akan berlangsung 28-30 April 2020. Penetapan pasangan calon dijadwalkan pada 13 Juni 2020.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id