KPU Makassar Tunda Pelantikan PPS

    Muhammad Syawaluddin - 21 Maret 2020 17:37 WIB
    KPU Makassar Tunda Pelantikan PPS
    Ilustrasi. Medcom.id
    Makassar: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menunda pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada Minggu, 22 maret 2020. Penundaan dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19).

    "Iya kita tunda dulu, sampai kondisi darurat akibat korona ini berakhir," kata Komisioner KPU Kota Makassar, Endang Sari, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 21, Maret 2020.

    Dia mengatakan keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan surat edaran Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 440/1972/B.UM 2020 tentang Pencegahan Penularan Corona Virus disease 2019 (Covid-19). Termasuk surat edaran Wali Kota Makassar No: 440/83/DKK/III/2020 tentang Tindak Lanjut Pencegahan Covid-19 di Kota Makassar. 

    "Ditambah dengan kondisi Kota Makassar saat ini, ada dua warga yang dinyatakan positif," jelasnya.

    Baca: Tahapan Pilkada Tangsel Terkendala Imbas Korona

    Dia menerangkan KPU telah memberi pilihan untuk tetap melakukan pelantikan melalui surat bernomor 259/PP.04.02 SD/01/KPU/III/2020 tentang mekanisme kerja teknis pelaksanaan tahapan pemilihan umum. 

    Dalam surat tersebut menerangkan untuk melakukan pelantikan terhadap 459 panitia ad hoc yang bertugas di 153 kelurahan di Kota Makassar di tiap kecamatan.

    Namun, kata dia, pilihan dari KPU tidak diambil karena dalam pelantikan bisa terjadi perkumpulan lebih dari 100 orang. Dia merinci selain komisioner, terdapat 42 anggota PPS dari 14 kelurahan di tiap kecamatan. Jumlah tersebut belum termasuk dengan pihak terkait, yakni camat, lurah, panitia pengawas dan lainnya.

    "Itu akan sangat berisiko bagi kami jika harus mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak, walaupun itu diberikan opsi pelantikan di tiap kecamatan," jelasnya. 

    Meski menunda pelantikan, pihaknya tetap  menyerahkan pakta integritas untuk ditandatangani dan menyerahkan SK. Tapi mekanisme pengambilan SK akan diatur, agar tidak mengumpulkan orang. 

    "Masa kerja akan tetap berjalan sesuai dengan tahapan, jadi kami tetap akan serahkan SK. Tapi, dengan mekanisme yang berbeda," jelasnya. 




    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id