LP3ES: Calon Tunggal Preseden Buruk bagi Demokrasi

    Antara - 17 September 2020 01:12 WIB
    LP3ES: Calon Tunggal Preseden Buruk bagi Demokrasi
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Peneliti Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Wijayanto menyayangkan keberadaan calon tunggal pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Kondisi ini dianggap tidak sehat. 

    "Adanya calon tunggal adalah preseden buruk bagi demokrasi karena pilihan publik terbatas," kata Wijayanto dalam diskusi secara daring, Rabu, 16 September 2020.

    Menurut dia, keberadaan calon tunggal membuat masyarakat hanya dihadapkan kepada dua pilihan, yakni memilih calon atau tidak memilih kandidat sama sekali. Sementara itu, kandidat yang banyak memberikan variasi pilihan kepada publik.

    Wijayanto menilai fenomena calon tunggal membuat visi misi calon kepala daerah menjadi tidak tajam. Pasalnya, tidak ada pembanding visi misi dengan kandidat lain.

    "Kita kehilangan peluang untuk mengontestasikan visi misi dari lebih dari satu calon," ucap dia.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id