KPU Minta Penggunaan Sirekap Dipelototi

    Fachri Audhia Hafiez - 15 November 2020 14:57 WIB
    KPU Minta Penggunaan Sirekap Dipelototi
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendorong semua pihak memberikan penilaian terhadap penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Penilaian ini untuk bahan evaluasi penggunaan teknologi dalam proses pemilihan umum (pemilu).

    "Kami tidak bisa bekerja sendiri ya dalam memberikan penilaian ini teman-teman NGO (Non-Governmental Organization) bisa melakukan juga untuk memberikan masukan kepada kita pada tanggal 9 Desember 2020 (hari pemungutan suara)," kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik dalam diskusi virtual bertajuk 'Keberlanjutan Sirekap di Pilkada 2020', Minggu, 15 November 2020.

    Evi berharap pemantauan yang dilakukan semua pihak menjadi bahan bagi KPU untuk mengembangkan sistem yang ada. Sebab Sirekap dibentuk untuk memberikan akses informasi yang cepat guna mengetahui hasil pemungutan suara.

    "Efisiensi waktu kecepatan dalam mendapatkan dan mengakses hasil penghitungan suara," ucap Evi.

    Baca: KPU Didesak Atur Ketat Gawai Petugas untuk Sirekap

    Kendala yang ditemukan dalam penggunaan Sirekap juga menjadi bahan masukkan untuk menyempurnakan sistem untuk penyelenggaraan pemilu berikutnya. Sekaligus memberikan adaptasi teknologi kepada penyelenggara pemilu di tingkat bawah.

    "Bahwa menjadi penyelenggara di masa depan itu adalah penyelenggara yang harus familiar dan harus terbiasa dengan teknologi informasi, tidak boleh ditolak, tidak dihindari, maka ini yang harus disiapkan penyelenggara di masa depan," kata Evi.

    Sirekap disepakati menjadi alat bantu rekapitulasi suara di Pilkada 2020. Keputusan itu diambil dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPR bersama KPU, Bawaslu, dan Kementerian Dalam Negeri, Kamis, 12 November 2020.

    Hasil resmi rekapitulasi suara Pilkada 2020 tetap didasari berita acara dan rekapitulasi suara secara manual. Sedangkan, Sirekap hanya menjadi data pembanding dan digunakan sebagai alat publikasi hasil rekapitulasi.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id