Teknis Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada Sesuai Protokol Covid-19

    Theofilus Ifan Sucipto - 15 Oktober 2020 07:55 WIB
    Teknis Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada Sesuai Protokol Covid-19
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah menggodok teknis pemungutan dan penghitungan suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Detail teknis bakal mengacu pada protokol kesehatan covid-19.

    “KPU saat ini tengah merancang peraturan pemungutan dan penghitungan suara yang diatur sesuai protokol covid-19,” kata pelaksana harian (Plh) Ketua KPU, Ilham Saputra, dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Ilham mengatakan tempat pemungutan suara (TPS) akan diatur agar sesuai dengan protokol kesehatan. Jarak antarpetugas dan antarpemilih akan diatur supaya tidak saling berdekatan dan berpotensi menularkan covid-19.

    “KPU juga memikirkan risiko paparan covid-19 kepada petugas KPPS (kelompok petugas pemungutan suara), ujar dia.

    Ilham menyebut KPU telah membuat batas usia rekrutmen petugas KPPS. Yakni pada rentang usia 20 hingga 50 tahun.

    Baca: KPU Buka Kesempatan Paslon Ganti Kandidat Jelang Pencoblosan

    KPU juga telah mengajukan tambahan anggaran untuk penyediaan alat pelindung diri (PAD). Sebab, anggaran APD tidak tercantum dalam naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

    Pelaksanaan protokol kesehatan covid-19 juga berlaku saat kampanye. Ilham menegaskan tidak ada lagi kampanye dengan metode rapat umum dan konser yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

    Ilham mafhum tidak semua daerah bisa menggelar kampanye secara daring. Sehingga, sejumlah daerah yang terkendala jaringan internet diizinkan mengadakan pertemuan terbatas.

    “Maksimal 50 orang dan disesuaikan dengan koordinasi satuan tugas covid-19 setempat,” tutur dia.

    KPU diminta memetakan segala risiko pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di tengah pandemi virus korona (covid-19). Termasuk risiko yang bisa berdampak pada penundaan pilkada.
     
    "Sehingga penyelenggara pemilu tidak tergagap merespons setiap potensi risiko yang bisa terjadi," ujar anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada Medcom.id, Rabu, 14 Oktober 2020.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id