Calon Tunggal Meningkat Signifikan Setiap Pilkada

    Kautsar Widya Prabowo - 06 Januari 2021 07:31 WIB
    Calon Tunggal Meningkat Signifikan Setiap Pilkada
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Badan Pengawas Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut calon tunggal meningkat di setiap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada). Fenomena tersebut terjadi sejak pilkada 2015 hingga 2020.

    "Ada dinamika, ada fenomena bahwa ternyata calon tunggal ini naik," ujar Ketua Bawaslu Abhan dalam diskusi virtual, Selasa, 5 Januari 2021.

    Abhan memerinci peningkatan calon tunggal. Pada Pilkada 2015, terdapat tiga calon tunggal. Kemudian naik menjadi delapan calon tunggal pada Pilkada 2017. Pada Pilkada 2018, terjadi peningkatan dua kali lipat menjadi 16 calon tunggal.  

    "(Pilkada) 2020 dari 270 daerah ada 25 calon tunggal,"  jelasnya. 

    Peningkatan calon tunggal harus menjadi evaluasi penyelenggaraan pemilu. "Saya kira ini menjadi catatan apa penyebabnya sampai begitu banyak calon tunggal di dalam proses Pilkada ini," kata Abhan.

    Baca: Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Mencapai 76,09%

    Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, mengkritisi tingginya jumlah calon tunggal dalam Pilkada 2020. Menurut dia, daerah yang diikuti calon tunggal wujud anomali iklim demokrasi Indonesia.

    “Calon tunggal jadi anomali demokrasi Indonesia,” kata Titi dalam diskusi virtual, Kamis, 17 Desember 2020.

    Titi heran ada 25 pasangan calon tunggal di Indonesia. Padahal, iklim demokrasi Indonesia menganut sistem multipartai dan berada di daerah dengan jumlah pemilih besar.

    “Susah dipahami di tengah kondisi dan lanskap demokrasi, banyak calon tunggal ibarat jamur atau cendawan di musim hujan,” papar Titi.


    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id