Hampir 13 Ribu Desa Terkendala Menerapkan E-Rekap

    Anggi Tondi Martaon - 08 Oktober 2020 21:58 WIB
    Hampir 13 Ribu Desa Terkendala Menerapkan E-Rekap
    Ilustrasi pemilihan umum. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Rekapitulasi elektronik (e-Rekap) belum bisa diterapkan di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Sebab, masih banyak daerah yang terkendala jaringan telekomunikasi atau internet untuk menerapkan sistem ini.

    "Kelemahan dan kekurangan (internet) hampir 13 ribu lebih desa," kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Evi Novida Ginting pada diksusi virtual yang diselenggarakan oleh Tempo Media Group dengan tema Untung Rugi e-Rekap, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Dia berharap pemerintah membantu KPU mengatasi kendala ini. Sehingga, penerapan teknologi pada kepemiluan bisa diterapkan dengan baik.

    "Kami berharap kita juga akan memanfaatkan tenaga (sumber daya manusia) dari Indonesia yang tentu punya kemampuan," ungkap dia.

    Baca: e-Rekap Diklaim Tekan Potensi Manipulasi Suara

    Evi menyampaikan, KPU sudah menerapkan beberapa skenario bagi daerah yang terkendala menerapkan e-Rekap. Salah satunya, menentukan tempat pengiriman catatan hasil penghitungan suara (C1 plano) di lokasi di luar tempat pemungutan suara (TPS).

    Petugas Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS) harus menentukan lokasi sebelum pemilihan dilakukan. Lokasi tersebut juga harus didaftarkan ke KPU daerah.

    "Sehingga bisa kita deteksi saat mengirimkan data (C1 plano) tersebut," ujar dia.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id