Perludem: Tunda Pilkada Sembari Benahi Regulasi

    Anggi Tondi Martaon - 18 September 2020 14:11 WIB
    Perludem: Tunda Pilkada Sembari Benahi Regulasi
    Warga berjalan di depan mural Pemilu 2020 di kawasan Jati Raya, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, 28 Agustus 2020. Foto: Antara/Umarul Faruq
    Jakarta: Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati menyarankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ditunda. Hal ini dibutuhkan untuk membenahi regulasi pelaksanaan pilkada serentak.

    "Karena regulasi yang digunakan masih regulasi lama," kata Khoirunnisa kepada Medcom.id, Jumat, 18 September 2020.

    Menurut dia, revisi Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada tidak perlu dilakukan secara menyeluruh. Perubahan cukup sebatas menyesuaikan kegiatan dengan pandemi virus korona (covid-19).

    Salah satu hal yang disoroti yakni ketentuan waktu pencoblosan. Dalam UU Pilkada disebutkan pemungutan suara dilakukan dari pukul 07.00 hingga 13.00 waktu setempat.

    Dia mengusulkan batas akhir pencoblosan diperpanjang menjadi pukul 15.00 waktu setempat atau lebih. Dengan begitu, panitia pemungutan suara (PPS) leluasa mengatur kedatangan pemilih ke tempat pemungutan suara (TPS).

    "Kalau itu (waktu pemungutan suara) enggak diubah, KPU tidak bisa memperpanjang sendiri," ungkap dia.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id