Publik Setuju Cakada Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

    Fachri Audhia Hafiez - 25 Oktober 2020 20:08 WIB
    Publik Setuju Cakada Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi
    Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id
    Jakarta: Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas publik setuju sanksi diskualifikasi bagi calon kepala daerah (cakada) yang melanggar protokol kesehatan saat tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Publik lebih setuju diskualifikasi ketimbang hukuman pidana.

    "Diskualifikasi atau pencalonannya dibatalkan 50,3 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam 'Rilis Survei Nasional Indikator: Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi', yang disiarkan virtual, Minggu, 25 Oktober 2020.

    Sementara itu, sebanyak 18,2 persen memilih sanksi berupa tidak boleh ikut kampanye. Serta denda sejumlah uang dipilih 16,7 persen.

    "Sanksi pidana atau hukuman penjara sebanyak 8,4 persen," ucap Burhanuddin.

    Survei juga menunjukkan metode kampanye secara tertutup yang dihadiri maksimal 50 orang masih populer. Hanya 10,7 persen yang sepakat kampanye dilakukan terbuka.

    "Sementara itu, kampanye virtual atau daring 33,9 persen," ucap Burhanuddin.

    Sebanyak 57,2 persen pemilih setuju tetap datang ke tempat pemungutan suara. Mereka tetap tak terpengaruh potensi penularan virus korona (covid-19).

    "Pemilihan secara elektronik atau e-voting cuma dijawab 33,1 persen," ujar Burhanuddin.

    Survei dilakukan pada 24-30 September 2020 dengan asumsi metode simple random sampling. Responden sebanyak 1.200 dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id