Zaenal-Yansen Sebut Kondisi Kalimantan Utara Saat Ini Buruk

    Cindy - 30 November 2020 20:20 WIB
    Zaenal-Yansen Sebut Kondisi Kalimantan Utara Saat Ini Buruk
    Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Utara nomor urut 3, Zainal A Paliwang-Yansen Tipa Padan. (Foto: Metro TV)
    Jakarta: Calon gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) nomor urut 3, Zainal A Paliwang, mengatakan kondisi Kaltara saat ini lebih buruk ketimbang saat Kaltara masih menjadi bagian Kalimantan Timur. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 menyebutkan keluarga prasejahtera di Kaltara mencapai 24.460 Kartu Keluarga (KK).

    "Bahkan 35.900 KK kategori sejahtera 1. Artinya ratusan ribu warga Kaltara penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari," ungkap Zainal, dalam Debat Ketiga Pilgub Kalimantan Utara yang disiarkan di Metro TV, Senin, 30 November 2020.

    Zainal menyebut sebanyak 1.364 dari 4.041 keluarga bercerai karena faktor ekonomi. Dia berjanji akan mengubah kondisi buruk tersebut dengan menjadikan keluarga prasejahtera dan sejahtera 1 menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun usaha kelompok.

    "Usaha ini akan menjadi ujung tombak ekonomi kreatif dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Kami bertekad melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19 di Kaltara," ucap dia.

    Baca juga: 2,1 Juta Surat Suara Pilkada Surabaya Siap Didistribusikan

    Dia juga berjanji mewujudkan 'Desa Terang, Kaltara Terang' serta membangun sumber energi baru terbarukan agar pemadaman listrik tak bergulir berjam-jam di Tanjung Selor dan Tarakan.

    Zainal juga akan melakukan pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan instrumen khusus di Taman Nasional Karya Mentarang.

    "Penanganannya tidak cukup hanya jual proposal ke negara-negara asing, kami akan kelola Taman Nasional Kayan Mentarang secara kooperatif untuk mewujudkan paru-paru dunia," ujar dia.  

    Calon Wakil Gubernur Kaltara nomor urut 3, Yansen Tipa Padan, melanjutkan ketahanan pangan juga menjadi masalah utama yang dialami Kaltara saat ini. Berdasarkan data BPS 2019, panen padi di Kaltara anjlok 12 ribu ton dan panen ikan budi daya juga anjlok 123 ribu ton.

    "Sebagian besar pengelola ikan di Tarakan tutup akibat regulasi pemprov yang tidak jelas. Kami bertekad untuk mewujudkan Kaltara sebagai lumbung pangan," ujar Yansen.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id