ODP dan PDP Tidak Diperkenankan Nyoblos di TPS

    Anggi Tondi Martaon - 22 Juni 2020 21:56 WIB
    ODP dan PDP Tidak Diperkenankan <i>Nyoblos</i> di TPS
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Pemilih kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) tetap bisa memberikan pilihan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Namun, mereka tidak diperkenankan mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS).

    "Petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) dapat melayani hak pilihnya dengan cara mendatangi pemilih tersebut," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 22 Juni 2020.

    Dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19, pelayanan bagi pemilih kelompok ODP dan PDP harus mendapatkan persetujuan saksi dan pengawas TPS. Kerahasiaan pemilih juga harus dijamin oleh petugas KPPS.

    Sebelumnya, petugas KPPS mendata pemilih yang masuk kategori ODP dan PDP. Data tersebut dikoordinasikan dengan instansi terkait.

    "Petugas KPPS berkoordinasi dengan gugus tugas dan seterusnya," ungkap dia.

    Proses pemilihan kelompok ODP dan PDP dimulai semenjak pukul 12.00 WIB pada hari pencoblosan, Rabu, 9 Desember 2020. Mereka mendatangi satu per satu kediaman ODP dan PDP dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Baca: Rekapitulasi Suara Pilkada 2020 Secara Elektronik

    Arief menyampaikan teknis dan ketentuan pemilihan bagi kelompok ODP dan PDP serupa dengan pasien positif virus korona yang menjalani perawatan di rumah sakit (RS). Proses pencoblosan wajib menerapkan ketentuan protokol kesehatan.

    "Fitur ini mirip dengan ketentuan yang sebelumnya (layanan pemilih pasien covid-19)," ujar dia.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id