Sri-Amin Bertekad Bangun Sleman dari Bawah

    Ahmad Mustaqim - 12 November 2020 23:44 WIB
    Sri-Amin Bertekad Bangun Sleman dari Bawah
    Tiga paslon Pilkada Kabupaten Sleman saat pengambilan nomor urut pada Setember lalu. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Sleman: Pasangan calon bupati-wakil bupati Kabupaten Sleman, Sri Muslimatun-Amin Purnama, menyatakan siap membangun wilayah dari bawah jika nanti terpilih. Sejumlah pihak telah disiapkan untuk menopang rencana pembangunan tersebut.

    "Misi kami mewujudkan masyarakat Kabupaten Sleman mandiri, sejahtera, berdaya saing, dan berkepribadian, dan masyarakat lebih maju. Program unggulan kami tema besarnya ‘Mbangun dusun nganti wangun’ (membangun dusun hingga pantas)," kata Sri dalam Debat Publik Pilkada Sleman yang disiarkan secara virtual, Kamis malam, 12 November 2020.

    Baca: Peringati HKN, Pemkab Cirebon Swab Massal 5.600 Warga

    Sri mengatakan rencana pembangunan itu akan diaplikasikan dengan suntikan dana Rp100 juta tiap tahun ke pemerintah dusun. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai fasilitas publik. Di antaranya membangun balai dusun, Puskesmas milik dusun, hingga pengelolaan sampah di tingkat dusun.

    Ia menyatakan sebanyak lima pilar akan dilibatkan dalam rencana pembangunan. Mulai dari akademisi, pelaku bisnis, masyarakat umum, pemerintah, dan media. Banyaknya perguruan tinggi di Sleman harus dimaksimalkan untuk memajukan daerah.

    Sri menambahkan pembangunan dari tingkat dusun harus melibatkan seluruh masyarakat di Sleman. Baik dari tahap perencanaan, pembangunan, hingga pengawasan. Pembangunan dilakukan dengan karakter dan potensi di setiap wilayah.

    "Jika dusun baik, desa baik. Jika desa baik, akan kecamatan baik, dan kabupaten akan baik," ungkap pasangan yang diusung NasDem, Golkar, dan PKS ini.

    Pasangan nomor urut 01, Danang Wicaksana Sulistya-Agus Choliq, menyatakan akan melakukan kolaborasi dalam pembangunan. Kolaborasi dilakukan dengan lintas instansi dan mengubah model kerja di seluruh jaringan Pemerintah Kabupaten Sleman.

    "Sleman APBD-nya terbatas, hampir setengahnya APBD untuk belanja pegawai. Sejauh ini pemerintahan belum optimal dalam menggerakkan pendapatan. Untuk itu, pembangunan harus dilakukan multi stakeholder," ungkap Danang.  

    Adapun pasangan nomor urut 03, Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa, menyatakan akan mengoptimalkan berbagai sumber daya dalam pembangunan. Kurtini mencontohkan, kawasan Sleman yang rawan bencana, seperti erupsi Gunung Merapi, harus ditindaklanjuti dengan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.

    "Dalam pembangunan, kami ingin meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana. Kami juga akan memanfaatkan konflik agar masyarakat bisa hidup di tengah perbedaan," ucap Kustini.

    Sementara Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, berharap masyarakat bisa memanfaatkan debat publik untuk pertimbangan memilih calon pemimpin. Ia berharap masyarakat bisa menggunakan hak pilih pada 9 Desember 2020.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id