Rusdi-Ma'mun Bakal Revolusi Sektor Pendidikan Sulteng

    Deny Irwanto - 14 November 2020 18:52 WIB
    Rusdi-Ma'mun Bakal Revolusi Sektor Pendidikan Sulteng
    Rusdi Mastura-Ma'mun Amir saat debat publik di Hotel Swiss Bel Silae, Kota Palu, Sabtu, 14 November 2020. Metro TV
    Palu: Rusdi Mastura-Ma'mun Amir menyampaikan gagasan dalam merevolusi sektor pendidikan di Sulawesi Tengah. Gagasan disampaikan dalam debat publik Pilgub Sulteng di antaranya peningkatan anggaran, kualitas guru dan kualitas sekolah.

    "Anggaran pendidikan harus kita tingkatkan karena hak pendidikan masyarakat diatur dalam undang-undang dan ini menjadi dasar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di Sulawesi Tengah," kata Rusdi usai debat publik di Hotel Swiss Bel Silae, Kota Palu, Sabtu, 14 November 2020.

    Menurut Rusdi, jumlah guru saat ini masih minim, khususnya di SMA dan SMK yang diatur pemerintah provinsi. Dirinya bersama Ma'mun Amir akan menambah dan meningkatkan kualitas guru dengan pelatihan, dan berkomitmen memberikan beasiswa baik dalam dan luar negeri.

    "Kemudian kami akan membreak down pendidikan nasional menjadi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah, SMA di kecamatan akan pelan-pelan menjadi sekolah vokasi," ujar Rusdi.

    Baca: Debat Pilgub Sulteng, Rusdi - Ma'mun Hadirkan Solusi Bukan Janji

    Rusdi-Ma'mun juga akan fokus membangun dan memperkuat sekolah vokasi (politeknik) yang berbasis komoditas rakyat di setiap kabupaten/kota; seperti SMK pertanian, perikanan, perhotelan, pariwisata, atau pertambangan. Agar sesuai dengan potensi dan kebutuhan yang ada di Sulteng.

    "Saya ingin menambahkan, karena tadi kalau di debat waktu kita terbatas jadi apa yang ingin kita sampaikan tidak tersampaikan semua. Jadi melihat tingkat pendidikan penduduk Provinsi Sulawesi Tengah, banyak anak putus sekolah karena biaya. Untuk itu kami komitmen menggratiskan biaya SPP untuk SMA dan SMK," jelas Ma'mun.

    saat ini kata Ma'mun, pendidikan di Sulteng masih memprihatinkan, angka harapan sekolah tahun 2019 sebesar 8,75 tahun atau dengan kata lain belum tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara angka harapan lama sekolah sebesar 13,14 tahun. 

    "Insyallah jika diberi amanah saya dan Pak Rusdi mau ambil alih dan cabut biaya SPP yang dibebankan kepada siswa disetiap bulannya. Kisarannya kan 80-100 ribu rupiah per siswa itu akan kita gratiskan. Sehingga siswa bisa fokus belajar dan orang tua tinggal memikirkan gizi anaknya," ujar Ma'mun.


    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id