Pilkada Serentak 2020 Berpotensi Melanggar HAM

    Kautsar Widya Prabowo - 17 Mei 2020 13:56 WIB
    Pilkada Serentak 2020 Berpotensi Melanggar HAM
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengingatkan Pilkada Serentak 2020 tidak boleh melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Kesehatan dari semua pihak yang terlibat dalam pilkada harus dipastikan tidak terjangkit covid-19.

    "HAM bukan hanya memilih satu orang, satu suara, satu nilai. Tetapi juga memilih dengan rasa aman dengan jaminan kesehatan," ujar Direktur Eksekutif Purledem Titi Anggraini, dalam diskusi virtual, Minggu, 17 Mei 2020.

    Titi menilai pemerintah boleh saja menyelenggarakan pemilihan kepala daerah di tengah pandemi covid-19. Namun harus ada kepastian ihwal standar kesehatan yang akan diimplementasikan dalam pesta demokrasi tersebut.

    "Harus dilakukan mitigasi risiko secara komprehensif oleh penyelenggara pemilu, mulai pelaksanaan, tahapan pilkada dan risiko penyebaran covid-19," ujar dia.  

    Baca: KPU Diminta Antisipasi Potensi Penundaan Pilkada Selanjutnya

    KPU harus dapat menunda Pilkada Serentak 2020 jika tidak bisa memberikan jaminan kesehatan. Semua elemen terkait diminta untuk fokus menangani covid-19. Agar upaya pemerintah untuk berdamai dengan covid-19 dapat terealisasikan.

    "Damai itu butuh waktu, butuh sumber daya, butuh disiplin, butuh kepimpinan yang juga tegas. Bukan kepimpinan yang berubah-ubah kebijakan apalagi mencla mencle," ucap dia.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id