KPU Apresiasi Peran KIM Sebagai Corong Informasi Pilkada

    Achmad Zulfikar Fazli - 18 November 2020 17:53 WIB
    KPU Apresiasi Peran KIM Sebagai Corong Informasi Pilkada
    Komisioner KPU I Dewa Raka Sandi (kedua dari kanan) dalam Forum Sosialisasi (Online) Kelompok Informasi Masyarakat. Dok Kominfo
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak bisa bekerja sendiri menyukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Penyelenggara pemilu membutuhkan peran banyak pihak, termasuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), untuk menciptakan pemilih yang cerdas, sehat, dan damai.

    "Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu persiapan Pemilihan Serentak 2020. Ini (pemilihan) adalah tanggung jawab bersama dan partisipasi seluruh pihak tentu sangat penting bagi suksesnya pemilihan ini," ujar Komisioner KPU I Dewa Raka Sandi dalam Forum Sosialisasi (Online) Kelompok Informasi Masyarakat, Rabu, 18 November 2020.

    Raka mengatakan KPU akan berupaya seoptimal mungkin melakukan berbagai persiapan menjelang hari H pencoblosan. Pelaksanaan pemungutan suara pilkada akan berlangsung pada Rabu, 9 Desember 2020.

    Di samping itu, KIM yang merupakan program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus membantu KPU memenuhi target partisipasi pemilih 77,5 persen. Salah satu peran aktif KIM terlihat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

    KIM Sekarbela Mataram sangat pro aktif menginformasikan tahapan pilkada kepada masyarakat. KPU Kota Mataram juga melibatkan KIM sebagai mitra dalam menyosialisasikan program maupun proses tahapan. Termasuk visi misi calon wali kota dan wakil wali kota kepada masyarakat melaui media sosial, seperti Facebook dan Instagram.

    "KIM di Kota Mataram ini sangat intens menginformasikan kepada masyarakat bahwa tahapan pemilihan di Mataram berjalan aman dan lancar serta mengikuti protokol kesehatan," ujar Koordinator KIM Sekarbela Mataram NTB, Abdul Hadi Suciawan.

    Abdul mengatakan pihaknya juga sering berkunjung ke kantor KPU dan Bawaslu Kota Mataram. Mereka memonitor langsung persiapan dari penyelenggara pemilu.

    "Seperti sekarang (KPU dan Bawaslu) tengah sibuk mempersiapkan logistik untuk pemilihan," ujar Abdul.

    Baca: Langgar Aturan Pilkada, Bawaslu Minta 182 Konten Internet Diturunkan

    Sementara itu, praktisi media sosial Wicaksono mengatakan penyelenggara pemilu dan KIM harus punya target dan tujuan dalam membuat sebuah iklan ataupun sosialisasi. Kalau target dan tujuan sudah tercapai, berarti iklan dan sosialisasi itu sudah optimal.

    "Kita tidak akan pernah tahu kalau suatu iklan itu optimal atau tidak, kalau tujuan dan targetnya tidak diketahui, begitu juga KIM, harus punya target dan tujuan agar bisa diukur dan dievaluasi," ujar pemilik akun @Ndoro Kakung ini.

    Kabag Yaninfodok Biro Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Tjahyono Saputro, mengingatkan seluruh pihak berhati-hati menciptakan konten kegiatan pilkada di media sosial. Peserta pilkada dan tim kampanye harus selalu menjaga iklim pesta demokrasi tetap damai.

    "Jangan sampai membuat konten yang dapat merugikan diri sendiri dan memicu perselisihan. Jejak digital itu tidak bisa dihilangkan, oleh karenanya kita harus berhati-hati," ujar Tjahyono.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id