PDIP: Mulyadi Pemimpin yang Mudah Digoyahkan Dialektika Ideologi

    Fachri Audhia Hafiez - 06 September 2020 11:15 WIB
    PDIP: Mulyadi Pemimpin yang Mudah Digoyahkan Dialektika Ideologi
    Bakal calon gubernur Sumatra Barat Mulyadi (kemeja biru) berbincang dengan Ketua DPW PAN Indra Dt. Lelo, dan petinggi DPD Partai Demokrat Sumbar, Nurnas dan Suwirpen Suib di Pantai Pandang, Sumbar. Dok. Istimewa
    Jakarta: Mulyadi-Ali Mukhni dinilai mudah goyah dengan dialektika ideologi yang disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani. Pasangan calon (paslon) yang akan bertanding di  Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatra Barat (Sumbar) batal mengikutsertakan PDI Perjuangan sebagai partai pengusung.

    "Sejak awal saya sudah menduga bahwa Mulyadi tidak kokoh dalam sikap sebagai pemimpin. Sehingga mudah goyah dalam dialektika ideologi," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 6 September 2020.

    PDI Perjuangan memaklumi sikap Mulyadi tersebut. Menurut Hasto, sikap tak kokoh Mulyadi tersebut dinilai hanya menjadikan politik ajang popularitas.

    "Bagi PDI Perjuangan menjadi pemimpin itu harus kokoh dan sekuat batu karang ketika menghadapi terjangan ombak. Terlebih ketika sudah menyangkut Pancasila," ujar Hasto.

    Baca: Polemik PDIP, Mulyadi Utamakan Kepentingan Masyarakat Sumbar
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id