Roy Suryo Desak Kampanye Pilkada Secara Streaming

    Nur Azizah - 07 Juli 2020 01:16 WIB
    Roy Suryo Desak Kampanye Pilkada Secara <i>Streaming</i>
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Politikus Partai Demokrat Roy Suryo mendesak kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 dilakukan secara streaming. Hal ini untuk menghindari penularan virus korona (covid-19).

    Roy minta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadikan kampanye online sebagai aturan main yang baku, bukan sekadar imbauan. Bila tidak, pelanggaran akan terjadi di mana-mana.

    "Saya desak manfaatkan teknologi informasi," kata Roy di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin, 6 Juli 2020.

    Menurut dia, aturan kampanye daring harus dilakukan secara merata mulai dari zona merah, oranye, kuning, dan hijau. Tim sukses pasangan calon diharap tidak bersinggungan langsung dengan masyarakat.

    "Kan belum bisa dipastikan dia bebas atau enggak (dari covid-19)," ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu.

    Berbeda dengan tahapan kampanye, Roy justru menganjurkan tahapan pemungutan suara dilaksanakan secara langsung. Pasalnya, masyarakat masih belum percaya terhadap voting secara daring.

    "Kalau pemungutan suara silakan secara manual dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar dia.

    Sementara itu, KPU berharap partai politik dan calon kepala daerah tertib saat kampanye pada pilkada serentak. Kepatuhan mereka sangat krusial untuk mencegah penyebaran virus korona.

    “Partai politik atau calon perseorangan berperan besar dan terselenggaranya Pilkada 2020 pada Desember nanti,” kata Komisioner KPU Ilham Saputra beberapa waktu lalu. 

    Ilham mengatakan peserta pemilu tetap dibolehkan berkampanye. Namun, kampanye harus sesuai protokol kesehatan dan tidak boleh menggelar pertemuan dengan jumlah orang yang banyak.

    “Jangan sampai massa pendukung tidak dikendalikan. Kita berlakukan jaga jarak tapi malah nanti ramai-ramai,” ujar Ilham.

    Baca: Peserta Kampanye dengan Metode Dialog Dibatasi

    Pendukung yang tak tertib bakal menjadi kendala buat KPU. Untuk itu, partai dan calon perseorangan perlu menyosialisasikan protokol kesehatan dan tertib berkampanye kepada pendukungnya.

    “Ini konsekuensi penyelenggaraan karena covid-19. Kita harus menyelenggarakan pilkada dengan protokol kesehatan yang ketat,” tegas Ilham.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id