Gagal Jadi Sistem Utama, Sirekap Hanya Digunakan Sebagai Alat Bantu

    Anggi Tondi Martaon - 12 November 2020 17:06 WIB
    Gagal Jadi Sistem Utama, Sirekap Hanya Digunakan Sebagai Alat Bantu
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) diputuskan tak menjadi basis data resmi penetapan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Proses rekapitulasi tetap dilakukan secara manual.

    "Hasil resmi penghitungan dan rekapitulasi suara Pilkada Serentak 2020 didasari oleh berita acara dan sertifikat hasil penghitungan dan rekapitulasi manual," kata Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 12 November 2020.

    Politikus Partai Golkar itu mengungkapkan beberapa alasan penggunaan Sirekap tidak dilakukan pada Pilkada 2020. Antara lain, jaringan telekomunikasi dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) menggunakan Sirekap.

    Meski tidak menjadi basis data resmi, Sirekap tetap digunakan pada Pilkada 2020. Namun, penggunaanya hanya sebatas uji coba untuk penyempurnaan.

    Baca: Bawaslu: 33 Ribu TPS Belum Memiliki Jaringan Internet

    Sirekap juga digunakan sebagai alat bantu penghitungan serta rekapitulasi suara. "Tetapi kemudian jika ada dispute (perselisihan), yang menjadi pegangan adalah yang manual," ungkap Doli.

    Alasan Sirekap tetap digunakan dalam pilkada, yakni sebagai alat publikasi hasil rekapitulasi. Hal ini untuk menunjang transparansi Pilkada 2020.

    Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menerima keputusan tersebut. Diharapkan, Pilkada 2020 ini bisa menjadi kesempatan bagi KPU menyempurnakan Sirekap.

    Dia ingin efektivitas penggunaan Sirekap bisa dilihat seluruh pihak pada Pilkada 2020. Sehingga penggunaan Sirekap bisa diterima seluruh pihak.

    "Sehingga pilkada maupun pemilihan umum (pemilu) selanjutnya sudah tidak ada lagi perdebatan untuk menggunakan sistem ini," kata Arief.(ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id