KPU Wanti-wanti Soal Hoaks Jelang Pemilihan

    Kautsar Widya Prabowo - 24 November 2020 09:03 WIB
    KPU Wanti-wanti Soal Hoaks Jelang Pemilihan
    Ilustrasi hoaks. Medcom.id
    Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Dewa Raka Sandi mengingatkan sebaran informasi terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 semakin meningkat mendekati hari pemungutan suara. Dewa meminta masyarakat mewaspadai munculnya informasi tidak benar atau hoaks.

    "Perlu kecermatan publik dalam menyaring informasi yang tepat, valid, dan akurat agar terhindari dari hoaks," ujar Dewa dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 November 2020.

    KPU telah mengantisipasi sebaran hoaks dengan beberapa peraturan. Salah satunya, mendata akun media sosial milik pasangan calon (paslon) dan aktivitas calon di dunia maya.

    "Mengenai pemanfaatan media sosial dan daring, KPU mendorong dan juga menghimpun media sosial milik pasangan calon di tiap daerah," ujar dia.

    (Baca: 31 Hoaks Terkait Pilkada Berkeliaran di Dunia Maya)

    Dewa mengatakan KPU pusat juga intens menggelar rapat koordinasi bersama jajaran KPU di tingkat provinsi, kabupaten/kota untuk mendata tantangan dan hambatan. Pihaknya berharap di sisa waktu yang tersedia dapat dimaksimalkan untuk terwujudnya pemilihan yang sukses.

    Pilkada Serentak 2020 digelar di 270 wilayah, meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kabupaten kota. Paslon tengah menjalani tahapan kampanye selama 71 hari sejak 26 September-5 Desember 2020.

    Massa minggu tenang pada 6-8 Desember 2020. Sedangkan hari pemungutan suara digelar pada 9 Desember 2020.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id