Risiko Menunda Pilkada Dinilai Lebih Berat

    Anggi Tondi Martaon - 15 September 2020 22:41 WIB
    Risiko Menunda Pilkada Dinilai Lebih Berat
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Menunda Pilkada 2020 dengan alasan meningkatnya penyebaran virus korona dinilai tidak tepat. Ada sejumlah kerugian yang bakal dialami setiap daerah bila pelaksanaan pilkada ditunda.

    "Menurut saya risiko menunda (Pilkada 2020) itu lebih berat," kata Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI), Jerry Sumampouw kepada Medcom.id, Selasa, 15 September 2020.

    Salah satu kerugian menunda pilkada yakni akan terjadi kekosongan jabatan kepala daerah. Kekosongan jabatan itu dapat berlarut lantaran tidak ada pihak yang bisa memastikan kapan pandemi berakhir. Hal tersebut berdampak pada pengambilan kebijakan strategis daerah.

    "Ini (kekosongan kepala daerah definitif) juga berpengaruh terhadap upaya menyejahterakan masyarakat di daerah oleh kepala daerah hanya dijabat oleh pejabat," ungkap dia.
     

    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id