Pendukung Ben-Pilar Dihukum 3 Tahun Penjara, PSI: Bongkar Semua

    Medcom - 02 Desember 2020 19:30 WIB
    Pendukung Ben-Pilar Dihukum 3 Tahun Penjara, PSI: Bongkar Semua
    ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berharap kasus politik uang yang menjerat pendukung pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan di Pilkada Tangsel menjadi pelajaran. PSI juga berharap kasus itu terbongkar hingga ke akarnya.
     
    "Kami mengapresiasi majelis hakim, jaksa, polisi Gakkumdu, Bawaslu, KPUD Tangsel yang serius menegakkan hukum atas pelanggaran ini. Jadi pelajaran yang keras, jangan main-main dengan politik uang," kata Ketua DPD PSI Kota Tangerang Selatan Andreas Arie R Nugroho, Rabu, 2 Desember 2020.
     
    Juru bicara Paslon Muhamad-Saraswati itu juga menyindir vonis hakim sesuai nomor urut Paslon Benyamin-Pilar dan berharap kasus politik uang dibongkar tidak berhenti di Willy Prakarsa.
     
    "Kami menduga Willy Prakarsa hanya orang lapangan, mesti dibongkar tuntas siapa yang menyuruh dan pemberi dananya. Bongkar siapapun yang terlibat," kata Andreas.
     
    Andreas berharap warga Tangsel menggunakan hak pilihnya pada tanggal 9 Desember dan menolak politik uang.
     
    "Jangan ada lagi politik uang agar masyarakat bisa memilih secara jujur dan bersih. Jangan takut datang ke TPS terdekat pada tanggal 9 Desember 2020. Gunakan hak pilih dengan benar, pilih pemimpin yang benar, dan selalu ikuti protokol kesehatan dengan benar,” ujar Andreas.
     
    Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Tangerang memvonis Willy Prakarsa dengan pidana penjara 36 bulan dan denda Rp200 juta.
     
    Dalam dakwaannya, Hakim menyatakan Willy terbukti bersalah membagi-bagikan uang supaya mengikuti kemauannya memilih paslon di Pilkada.
     
    "36 bulan penjara dan denda Rp200 juta. Bila tidak mampu mengganti denda, kurungan satu bulan penjara. Terdakwa secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana dalam kampanye Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) pada 26 September 2020 di Lapangan Macek, Serpong," ungkap Majelis Hakim Wendra Rais, Selasa, 1 Desember 2020.
     
    Willy dijerat Pasal 187 Undang-Undang No 10 Tahun 2014. Selain itu, terdakwa telah melawan hukum menjanjikan memberikan uang untuk mempengaruhi pemilihan calon tertentu.
     
    "Saksi fakta yang melihat langsung terdakwa membagi-bagi uang di lokasi Lapangan Macek, Serpong, Tangsel sudah terbukti dan terpenuhi. Pemberian itu supaya mengikuti kemauannya memilih calon Wali Kota Tangsel dengan nomor urut 3, yakni Benyamin Davnie dengan calon wakilnya," kata Jaksa Penuntut Umum Primayuda.

    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id