Empat Paslon Pilkada Kotim Saling Adu Program

    M Studio - 02 Desember 2020 07:40 WIB
    Empat Paslon Pilkada Kotim Saling Adu Program
    Empat pasangan calon Pilkada Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saling adu program dalam acara debat publik putaran kedua Pilkada Kotim (Foto:Dok)
    Jakarta: Empat pasangan calon (paslon) pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saling adu program dalam acara debat publik putaran kedua pilkada Kotim. Setiap paslon saling memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka nantinya ketika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Kotim.

    Acara debat berlangsung di Grand Studio Metro TV, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin, 30 November 2020. 

    Pada debat dipandu oleh presenter Metro TV Aviani Malik, secara bergiliran masing-masing paslon diberikan kesempatan memaparkan visi dan misi mereka sebagai calon kepala daerah.

    Paslon nomor urut 1, yakni Halikinnor-Irawati yang diusung PDI Perjuangan, Demokrat dan Perindo, di bidang kesehatan akan melengkapi fasilitas kesehatan di desa-desa yang berada di Kabupaten Kotim. Terutama untuk daerah-daerah pedalaman yang saat ini masih sulit untuk mendapatkan akses kesheatan.

    "Baik itu prasarana maupun SDM (sumber daya manusia). Di bidang pendidikan juga sama. Kita punya salah satu program, yakni mendidik anak-anak desa yang nanti akan dibantu dengan pembiayaan pemda," ucap Halikinnor.

    Halikinor melanjutkan, pembiayaan pendidikan yang berasal dari dana pemda akan diutamakan untuk anak dari keluarga kurang mampu yang ada di Kotim. Dengan begitu diharapkan akan terjadi peningkatan SDM Kotim yang unggul dan terampil.

    "Mengenai lapangan kerja, saat ini apalagi saat pandemi covid-19 banyak yang di-PHK. Untuk itu kita juga sudah memploting peta Kabupaten Kotim dan akan membuka lahan baru, pencetakan sawah baru," katanya.

    Sementara itu, paslon nomor urut 2, Suprianti Rambat-Muhammad Arsyad yang diusung PKB dan Gerindra menegaskan akan fokus memperbaiki infrastruktur transportasi yang ada di Kotim. Hal tersebut dilakukan untuk menunjang dan meningkatkan kunjungan wisatawan yang ingin berkunjung ke Kotim.

    "Kita punya program untuk memperbaiki infrastrukur. Pelabuhan udara, laut, jalan dan jembatan sehingga jalan wisata yang tadinya sulit dicapai wisatawan lokal atau asing bisa lebih mudah diakses," ujar Muhammad Arsyad, yang pada debat putaran kedua ini terpaksa datang sendiri karena Supianti Rambat mengalami gangguan kesehatan.

    Arsyad melanjutkan, potensi wisata Kotim terletak di kawasan hulu dengan hutan alami yang bisa dieksploitasi sebagai tempat wisata, selama ini kurang tersentuh karena akses yang sulit dicapai ke wilayah tersebut. Oleh karena itu, dirinya menekankan bahwa ketersediaan infrastruktur merupakan kunci untuk menata objek-objek wisata di Kotim.

    Pada kesempatan yang sama, paslon nomor urut 3, Taufiq Mukri dan Supriadi, saat ini fokus menyatakan komitmennya dalam memberantas narkoba di Kabupaten Kotim. Paslon yang diusung oleh Partai NasDem dan Golkar ini mendukung pembangunan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Kotim. 

    "Apabila kami terpilih menjadi pimpinan di Kabupaten Kotim, kami akan tetap berupaya agar di Kabupaten Kotim bisa berdiri kantor BNN yang sekarang masih belum tersedia," ujar Taufiq.

    Taufiq sepakat, bahwa di wilahnya nanti tidak boleh ada penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, dengan berdirinya kantor BNN di Kotim dirinya berharap jajaran terkait mampu menangani masalah peredaran narkoba yang ada di Kabupaten Kotim. 

    "Namun ke depan berdiri atau tidak berdirinya Kantor BNN di Kotim, kami akan berupaya dengan maksimal untuk perang terhadap narkoba," tuturnya lebih lanjut.

    Terkait antisipasi penyebaran dan pengendalian covid-19 di Kotim, Supriadi pihaknya terus melakukan sosialisasi protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah. Mulai dari penggunaan masker, jaga jarak, hingga gerakan cuci tangan yang dilakukan secara serentak.

    "Kita juga akan mendorong agar masyarakat di seluruh tingkatan baik di kabupaten, kelurahan, dan desa untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam rangka sosialisasi," tutur Supriadi.

    Sedangkan, paslon nomor urut 4, Rudini-H Samsudin yang diusung PAN, PKS dan Hanura, menekankan akan meningkatkan semangat kewiraswastaan warga Kabuptaen Kotim. 

    Hal tersebut dilakukan dengan berkolaborasi dan memaksimalkan potensi UMKM di Kotim. Dengan begitu, masalah pengangguran diharapkan dapat teratasi. "Kami bekeja sama dengan pihak ke tiga untuk memaksimalkan mengurangi pengangguran kita. Bisa mengadakan kursus hingga menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat," ucap Rudini.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id