Kewenangan Menumpuk Bawaslu Dinilai Perlu Dikaji

    Fachri Audhia Hafiez - 02 Agustus 2020 20:57 WIB
    Kewenangan Menumpuk Bawaslu Dinilai Perlu Dikaji
    Wakil Ketua Komisi II Saan Mustopa. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi II Saan Mustopa menilai peran menangani permasalahan pemilu di Indonesia menumpuk di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hadirnya pengadilan khusus pemilu diprediksi mengurangi kinerja Bawaslu.

    "Kewenangan Bawaslu saat ini kalau misalnya dianalogikan dia polisi, jaksa dan hakim. Jadi ada kewenangan yang memang menumpuk di satu lembaga," kata Saan dalam diskusi virtual bertajuk 'Menakar Urgensi Pengadilan Khusus Pemilu', Minggu, 2 Agustus 2020.

    Saan mengatakan, Bawaslu punya kewenangan dari hulu sampai hilir. Mulai dari proses pengawasan, penindakan, pelanggaran, sampai ajudikasi menjadi 'paket komplit' tugas Bawaslu.

    "Kewenangan yang menumpuk di satu lembaga ini harus coba kita diskusikan plus minusnya," ujar Saan.

    Sekretaris Fraksi NasDem ini mengatakan, situasi tersebut perlu dikaji lebih lanjut jika ingin menempelkan pengadilan khusus pemilu ke Bawaslu. Komisi II berencana untuk membahas peradilan itu dalam revisi Undang Undang (RUU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

    Pengadilan khusus pemilu telah diwacanakan sejak 2009. Saan mengungkapkan, pengadilan khusus pemilu juga sempat digagas saat dirinya menjadi anggota panitia khusus RUU Pemilu pada 2014.

    "Tapi Mahkamah Agung (MA) waktu itu mungkin beban kerjanya  masih terlalu banyak. Maka isu tentang peradilan khusus pemilu ini tidak sampai tercapai, tidak jadilah," ucap Saan.

    Indonesia hingga saat ini belum mempunyai lembaga peradilan khusus menangani Pemilu. Sengketa pemilu saat ini ditangani oleh Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi (MK).


    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id