KPU Solo Pelototi Sidalih Antisipasi Sengketa Pilkada

    Triawati Prihatsari - 24 Juni 2020 16:09 WIB
    KPU Solo Pelototi Sidalih Antisipasi Sengketa Pilkada
    Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)
    Solo: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Jawa Tengah, menyebut sistem data pemilih (Sidalih) memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi untuk dipersengketakan selama tahapan pilkada serentak.

    "Karena rawan sengketa, kita beri perhatian lebih pada sistem data pemilih. Bahkan sistem ini hampir selalu menjadi pintu masuk sengketa atau perselisihan saat pemilu," terang Komisioner Divisi Bidang Perencanaan, Data dan Informasi KPU Solo, Kajad Pamuji Joko Waskito, Rabu, 24 Juni 2020.

    Menurut Kajad, beberapa hal yang dapat memicu sengketa pada Sidalih di antaranya pembaruan data kependudukan dan data pemilih. "Data tersebut bisa berubah setiap saat sehingga berpotensi menimbulkan perselisihan."

    Sementara itu, Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, memastikan pelaksanaan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Solo 2020, berdasarkan atas asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

    "Kami berkomitmen memegang teguh asas dan prinsip pemilu tersebut. Kita akan memperlakukan semua pihak sama. Yang pasti jika muncul sengketa, kami akan membeberkan sesuai data dan fakta," tegas dia.

    Baca juga: Calon Kepala Daerah Diwanti-wanti Soal Integritas

    Di sisi lain, KPU Solo menargetkan angkat partisipasi aktif pemilih sama seperti target nasional yakni 77,5 persen pada Pilkada 2020. Jumlah tersebut naik dibandingkan dengan Pilkada 2015 
    sebesar 76 persen.

    "Meski di tengah pandemi, kami tetap optimistis mampu meraih angka partisipasi aktif itu. Dari periode ke periode, target partisipasi aktif memang selalu meningkat," jelas Nurul.

    Sementara itu, hasil survei Soloraya Polling menunjukkan elektabilitas Gibran Rakabuming Raka dalam Pilwalkot Solo 2020 terus menanjak meninggalkan rivalnya Achmad Purnomo. Elektabilitas putra sulung Presiden Joko Widodo itu berada pada angka 55 persen sedangkan sang lawan hanya mengantongi 36 persen. 

    Direktur Eksekutif Soloraya Polling Suwardi mengungkapkan aktivitas Gibran turun ke lapangan selama pandemi covid-19 secara masif menyumbang potensi keterpilihan dia di Pilwalkot Solo 2020.

    "Sedangkan Achmad Purnomo dinilai tidak bekerja. Manuver Purnomo dengan niat mundur dari kontestasi pilkada namun batal juga memberikan efek negatif," imbuh dia.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id