Pengamat Ajukan Sejumlah Syarat bagi Pemimpin Terpilih Sumbawa

    Medcom - 23 Oktober 2020 22:27 WIB
    Pengamat Ajukan Sejumlah Syarat bagi Pemimpin Terpilih Sumbawa
    Ilustrasi. Foto: Antara/Wahdi Septiawan
    Sumbawa: Pengamat mengajukan sejumlah syarat bagi pemimpin atau kepala daerah terpilih Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya adalah kepala daerah terpilih harus punya jaringan kuat untuk membangun perekonomian masyarakat, terutama dalam menekan tingkat pengangguran. 

    "Sepanjang masih memiliki angka pengangguran tinggi, maka selama itu pula Sumbawa hanya bermimpi ingin sejahtera," kata pengamat sosial yang juga tokoh masyarakat Sumbawa, Muhammad Ali, melalui keterangan tertulis, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Ali melihat kondisi Kabupaten Sumbawa saat ini belum dapat mengakhiri persoalan pengangguran. Tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang cukup berimbas terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah.

    Mantan pejabat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa itu menyatakan masyarakat di suatu daerah tidak menginginkan apa-apa. Mereka hanya menuntut kesejahteraan dan hidup layak tanpa bantuan pemerintah daerah secara berkelanjutan.

    Untuk itu, menurut Ali, kepala daerah terpilih harus berupaya menciptakan lapangan kerja baru dan layak, agar masyarakat terlepas dari kemiskinan. Punya terobosan, sehingga pemerintah tidak hanya puas pada anggaran APBD, tetapi bisa mendapatkan dana dari pusat untuk mengembangkan daerah.

    "Kepala daerah yang memiliki jaringan kuat ke pusat akan sangat berpengaruh untuk perkembangan Sumbawa ke depan," kata dia.
     

    Optimalkan BUMDes

    Ali mencontohkan soal jagung. Pemerintah bangga karena telah mengirim 200 ribu ton jagung ke Filipina. Namun persoalannya, produksi jagung belum dapat dipastikan cocok untuk diolah di Sumbawa.

    Ali menyebut peran desa melalui badan usaha milik desa (BUMDes) sebenarnya bisa diandalkan, bahkan menjadi sumber pemasukan masyarakat. Namun, BUMDes belum berjalan maksimal, terutama dalam memberdayakan masyarakat dalam sejumlah peluang di desa.

    "Pemimpin cerdas dapat menjawab tantangan menjadi peluang. Jangan sampai kita mengirim bahan baku dari Sumbawa ke daerah lain dengan harga murah, tetapi nantinya dikirim lagi ke Sumbawa dengan produk lain yang bernilai tinggi. Kita yang rugi," tutur Ali.

    Ia juga mengingatkan rencana Pemerintah NTB membangun kilang minyak dan transportasi kereta api di Pulau Sumbawa. Ali khawatir pemerintah daerah hanya mendapatkan 'ampas' dari rencana kegiatan strategis daerah itu. 

    "Harusnya rencana membuat transportasi kereta api sudah melalui survei panjang. Apalagi jika berefek buruk bagi usaha transportasi lainnya seperti bus atau angkutan umum konvensional," kata dia.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id