Bawaslu Minta Peserta Pilkada Inovatif Berkampanye

    Theofilus Ifan Sucipto - 16 November 2020 09:15 WIB
    Bawaslu Minta Peserta Pilkada Inovatif Berkampanye
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 berinovasi memaparkan visi dan misi namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebab, kampanye virtual yang disarankan sebagai pengganti kampanye fisik kurang diminati.

    "Inovasi bertujuan agar visi dan misi peserta pilkada sampai kepada para pemilih," kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja dalam keterangan tertulis, Senin, 16 November 2020.

    Sepinya minat calon kepala daerah (cakada) berkampanye secara virtual membuat visi dan misi mereka kurang terdengar. Padahal, hari pemungutan suara kian dekat, yakni 9 Desember 2020.

    Bawaslu, kata Bagja, menyerahkan cara kampanye yang kreatif pada peserta pilkada. Namun, prosedur kampanye tetap harus mengacu pada protokol kesehatan.

    Bagja mengingatkan kegiatan rapat umum atau tatap muka antara peserta pilkada dan masyarakat maksimal hanya 50 orang. Jumlah peserta yang lebih dari 50 orang bakal dikenakan sanksi.

    "Arak-arakan juga tidak dibolehkan sampai hari pemungutan suara pada 9 Desember 2020," tegas dia.

    Baca: KPU Resah Hak Pilih Warga Hilang karena KTP-el

    Meski begitu, Bagja tetap menyarankan cakada menggelar kampanye virtual. Sebab, cara itu lebih aman untuk mencegah penularan covid-19.

    "Kami sarankan tetap utamakan kampanye daring. Jangan sampai ada yang terkena covid-19," ucap Bagja.

    Kreativitas pasangan calon selama kampanye Pilkada 2020 di masa pandemi covid-19 dinilai masih kurang. Pasangan calon masih memanfaatkan metode kampanye lama.
     
    Tercatat hampir satu bulan kampanye metode yang paling banyak digunakan, ialah kampanye tatap muka dengan pertemuan terbatas. Bagja menuturkan pada 10 hari pertama kampanye dari 10.180 kegiatan kampanye, metode daring hanya berjumlah 69 atau 0,7 persen. Kampanye daring meningkat menjadi 98 kegiatan pada 10 hari kedua kampanye.
     
    "Tetapi angka presentasenya justru menurun menjadi 0,5 persen dari total 17.876 kegiatan kampanye. Hal ini menunjukkan metode kampanye daring masih sangat rendah dan jauh dari harapan," ucap dia.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id