Protokol Kesehatan Ketat Harus Dibarengi Tata Laksana Pilkada

    Theofilus Ifan Sucipto - 15 Oktober 2020 09:08 WIB
    Protokol Kesehatan Ketat Harus Dibarengi Tata Laksana Pilkada
    Anggota Bawaslu Muhammad Afifuddin. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai penerapan protokol kesehatan yang ketat tak cukup untuk mencegah penularan covid-19 saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Sebab, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda.

    “KPU (Komisi Pemilihan Umum) akan kesulitan untuk menerapkan TPS (tempat pemungutan suara) dengan standar protokol kesehatan ketat,” kata anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin dalam keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Dia mencontohkan simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang berlangsung di Magelang, Jawa Tengah. Sejumlah warga masih lalai dalam menerapkan protokol kesehatan.

    “Sehingga perlu perumusan standar tata laksana pengawasan bisa bekerja bekerja maksimal,” ujar Afifuddin.

    Baca: Teknis Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada Sesuai Protokol Covid-19

    Afifuddin yakin tata laksana efektif mencegah penularan covid-19 saat pesta demokrasi. Sebab, tata laksana mengatur detail teknis prosedur pemilihan dan penghitngan suara.

    “Ini harus cepat dicari solusinya,” tutur dia.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id