Sanksi Diskualifikasi Pilkada Mudah Dipatahkan di Pengadilan

    Anggi Tondi Martaon - 16 September 2020 04:55 WIB
    Sanksi Diskualifikasi Pilkada Mudah Dipatahkan di Pengadilan
    Warga yang tergabung dalam Masyarakat Pendukung Demokrasi beraksi unjuk rasa di Gladak, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 Agustus 2020. Foto: Antara/Mohammad Ayudha
    Jakarta: Sanksi diskualifikasi disuarakan agar pasangan calon (paslon) mematuhi penerapan protokol kesehatan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Namun, wacana itu justru dikritik karena mudah dibatalkan.

    "Itu (diskualifikasi) mudah sekali untuk dipatahkan itu," kata peneliti senior Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay kepada Medcom.id, Selasa, 15 September 2020.

    Menurut dia, diskualifikasi ini tidak diakomodasi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Alhasil, tidak ada landasan hukum kuat soal diskualifikasi ini.

    Dia menjelaskan aturan yang ada hanya mengatur beberapa jenis pelanggaran yang berimplikasi pada diskualifikasi. Hal ini meliputi politik uang, calon yang berstatus terpidana, dan calon divonis penjara lima tahun lebih.

    "Tidak ada gara-gara protokol kesehatan tidak diterapkan sekali dua kali kemudian dia bisa diberhentikan (didiskualifikasi). Nanti dibawa ke MA (Mahkamah Agung) selesai itu," ungkap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2012-2017.

    Hadar meyakini KPU akan ragu-ragu membuat sanksi tersebut. Pasalnya, hal ini tidak sesuai dengan ketentuan UU Pilkada. Dia pun heran dengan kerangka berpikir DPR dan pemerintah karena langkah yang dibuat tidak antisipatif.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id