Debat Kandidat Pengaruhi Elektabilitas Cagub Kalbar

13 Juni 2018 13:25 wib
Direktur Cirus Surveiors (CSG), Kadek Dwita Apriani.
Direktur Cirus Surveiors (CSG), Kadek Dwita Apriani.

Pontianak: Lembaga survei Cirus Surveyor Group (CSG) menyebutkan elektabilitas pasangan Karolin-Gidot masih unggul dibanding pasangan lain setelah debat kedua calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat.
 
"Debat publik merupakan salah satu momentum penting dalam proses Pilkada Kalbar. Debat tersebut mempengaruhi persepsi publik terhadap calon pemimpin Kalbar yang akan dipilih," kata Direktur CSG, Kadek Dwita Apriani dikutip dari Antara, Rabu, 13 Juni 2018.
 
Dia menjelaskan, efek debat kandidat terhadap persepsi publik mengenai cagub dan cawagub dapat diukur melalui studi kuantitatif (survei). Untuk itu CSG melaksanakan survei persepsi publik pascadebat calon gubenur dan wakil gubenur Kalimantan Barat.
 
Survei diselenggarakan akhir Mei 2017 menggunakan metode multi stage random sampling. Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1000 responden yang tersebar secara proporsional di 14 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Tingkat margin of error survei ini sebesar 3,2 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 
Menurutnya, terdapat beberapa temuan menarik dalam survei ini. Pertama, pengetahuan publik mengenai Pilkada Kalbar 2018, dimana sebanyak 86 persen pemilih telah mengetahui bahwa pemungutan suara akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018. "Kedua, pemilih Kalbar yang menyaksikan debat kandidal sebanyak 22,2 persen," katanya.

Baca: Persoalan Hak Pilih Pilgub Kalbar Dilaporkan ke Kemendagri

Dari pemilih yang menonton debat, 66 persen di antaranya mengaku dapat memahami isi debat tersebut. Survei ini juga mengukur efek debat cagub dan cawagub terhadap penilaian publik atas kemampuan kandidat dalam berbagai aspek.
 
"Pasangan Karolin Gidot diketahui memperoleh penilaian yang lebih positif dari penonton debat kandidat, dibandingkan paslon lainnya. Temuan berikutnya terkait angka popularitas dan elektabilitas kandidat sebulan menjelang hari pemilihan," kata Kadek Dwita.
 
Hasil survei menunjukkan elektabilitas Karolin-Gidot sebesar 45,3 persen atau selisih 2,3 persen dengan Midji Norsan yang memiliki angka elektabilitas 43 persen. Sedangkan Milton Boyman sebanyak 6,13 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihannya sebanyak 4,9 persen.
 
Selain itu, terdapat 10 persen pemilih yang masih mungkin mengubah pilihannya karena alasan program kandidat lain yang lebih menarik. "Debat publik terakhir akan menjadi sangat panting bagi cagub dan cawagub guna meyakinkan pemilih mengenai programnya," katanya.


(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.