Jamin Pelayanan, Machfud Arifin Janji Berkantor di Kelurahan

    Amaluddin - 18 November 2020 23:11 WIB
    Jamin Pelayanan, Machfud Arifin Janji Berkantor di Kelurahan
    Calon Wali Kota dan wakil wali kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman. Medcom.id/Amaludin
    Surabaya: Calon wali kota Surabaya, Machfud Arifin, berencana berkantor di setiap kelurahan di Surabaya secara bergiliran. Terutama di daerah yang jauh dari pusat kota. 

    Gagasan itu lantaran Machfud melihat banyak warga yang kesulitan mendapatkan akses pelayanan. Machfud mencontohkan kasus Ibu Yaidah, yang harus ke Kemendagri untuk mengurus akta kematian anaknya. 

    "Surabaya menjadi pembicaraan hampir seluruh masyarakat Indonesia karena Bu Yaidah harus mendatangi Kemendagri di Jakarta untuk mengadu kesulitan mengurus akta kematian anaknya," kata Machfud, saat debat pilkada 2020, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 18 November 2020. 

    Tak hanya itu, Mahfud juga menerima pengaduan satu keluarga miskin di Kejawan Lor. Dia mengungkap, keluarga itu lebih dari 30 tahun belum pernah menerima bantuan. 
    "Saya tidak ingin yang seperti ini terjadi lagi. Tidak boleh lagi ada pelayanan publik yang diskriminatif dan berbelit. Oleh karena itu, kami akan memastikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dengan berkantor di 154 kelurahan secara berkala," ujarnya.

    Menurut Machfud, pelayanan masyarakat yang baik akan berdampak pada kesejahteraan dan kemakmuran warga. Pelayanan yang baik ke masyarakat bisa dilakukan jika ASN, termasuk pekerja alihdaya bisa sejahtera dan bahagia.

    "Untuk membuat ASN sejahtera, saya akan meningkatkan tunjangan mereka. Sebab itu semua bisa bermuara pada pelayanan yang semakin baik untuk warga kota," jelasnya.

    Baca: Machfud Arifin Janjikan Bangun LRT

    Sementara itu, calon wakil wali kota Surabaya, Mujiaman, menambahkan berjanji akan menciptakan suasana kerja yang kondusif. Pasangan nomor urut dua itu ingin membuat ASN berkembang dari sisi kapasitas maupun karir.

    Machfud juga punya gagasan terkait penerapan teknologi di Surabaya. Machfud risau selama ini Surabaya tak punya big data yang baik.

    "Kami akan membangun data center dan pengolahan big data yang terintegrasi," ujarnya.

    Dengan memiliki big data yang terintegrasi, pelayanan warga otomatis bisa tepat sasaran. Termasuk penyaluran bantuan-bantuan.

    "Kami akan memberikan BLT Rp1 juta per KK. Semua itu bisa dilakukan dan tetap sasaran kalau ada data center dan pengolahan big data yang terintegrasi," ujarnya.

    Machfud juga memastikan akan membuka 100 ribu lapangan kerja baru. Selain itu, pasangan yang didukung delapan partai ini memastikan pemberian stimulus UMKM Rp50 miliar.

    "Kami juga akan memastikan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berbasis RT sebesar Rp150 juta," kata Mujiaman.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id