Survei: Elektabilitas Muhammad-Saras Tertinggi di Pilkada Tangsel

    Kautsar Widya Prabowo - 17 November 2020 19:08 WIB
    Survei: Elektabilitas Muhammad-Saras Tertinggi di Pilkada Tangsel
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei tingkat keterpilihan atau elektabilitas calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel). Survei itu menunjukkan elektabilitas pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, Muhammad-Rahayu Saraswati, lebih tinggi dibandingkan pesaingnya.

    "Pasangan Muhammad-Rahayu menguat cukup signifikan menjadi 38,6 persen," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, 17 November 2020.

    Pesaing terdekat Muhammad-Saras yakni pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, Benyamin Devnie-Pilar Saga, yang memiliki elektabilitas 33,2 persen. Sedangkan, elektabilitas pasangan calon lainnya, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, hanya 16,4 persen.

    Burhanuddin menjelaskan ada peningkatan elektabilitas yang signifikan dari Muhammad-Saras. Pada Agustus 2020, elektabilitas pasangan calon yang didukung Partai NasDem, Partai Gerindra, PAN, PDI Perjuangan, PSI, Hanura, Perindo, dan Berkarya itu hanya 18,3 persen. Kemudian elektabilitas keduanya meningkat menjadi 29,0 persen pada Oktober 2020.

    Tren positif juga terjadi pada elektabilitas Nur Azizah-Ruhamaben. Elektabilitas mereka meningkat dari 8,5 persen di Agustus menjadi 13,1 persen di Oktober 2020.

    Sementara itu, elektabilitas Benyamin-Pilar mengalami tren negatif. Elektabilitas mereka turun dari 35,0 persen di Oktober menjadi 33,2 persen di November 2020.

    Baca: Kerawanan Pilkada 2020 Versi Polri

    Namun, terang Burhanuddin, capaian elektabilitas ini belum dapat memastikan Muhammad-Saras akan terpilih dalam Pilkada Tangsel. Pasalnya, selisih dengan paslon lainnya cukup kecil.

    "Kompetisi elektoral juga masih mungkin terjadi karena sejak survei ini berakhir di lapangan awal November, ketiga paslon masih memiliki waktu sebulan lebih untuk meraih kemenangan pada 9 Desember nanti," tuturnya.

    Dari hasil survei Indokator Politik Indonesia, masih ada 11,8 persen warga Tangsel yang belum menentukan pilihannya. Bahkan, 30 persen pemilih yang telah menentukan pilihannya masih berpotensi berubah.

    "Inilah hal-hal yang bisa mengubah peta elektoral," terangnya.

    Survei ini melibatkan 820 warga Tangsel dalam kurun waktu 28 Oktober-3 November 2020. Metodelogi yang dipakai dalam survei ini ialah multistage random sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error sekitar ±3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id