KPUD Kota Semarang Gencar Sosialisasi Dorong Partisipasi Masyarakat di Pilkada

    Theofilus Ifan Sucipto - 13 Oktober 2020 03:39 WIB
    KPUD Kota Semarang Gencar Sosialisasi Dorong Partisipasi Masyarakat di Pilkada
    Komisioner KPUD Kota Semarang Divisi Hukum dan Pengawasan Kota Semarang, Suyanto. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Semarang menggencarkan sosialisasi agar masyarakat menggunakan hak pilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Suara masyarakat penting agar hasil pilkada legitimasi dan demokratis di tengah pandemi covid-19 (korona).

    “Kami memperbanyak sosialisasi pada masyarakat hampir setiap hari,” kata Komisioner KPUD Kota Semarang Divisi Hukum dan Pengawasan Kota Semarang, Suyanto, di Kompleks Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Senin, 12 Oktober 2020.

    KPUD Kota Semarang juga menggandeng organisasi masyarakat (ormas). Kerja sama itu untuk mengajak masyarakat mencoblos pada 9 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Sosialisasi juga membahas teknis pencoblosan. Suyanto berharap warga Kota Semarang berpartisipasi dalam pesta demokrasi.

    “Paling tidak partisipasi masyarakat bisa tinggi dan hasil yang diperoleh sah,” ujar dia.

    Suyanto menegaskan penerapan protokol kesehatan menjadi perhatian utama. Hal ini agar pilkada tidak melahirkan klaster baru covid-19.

    Seluruh upaya itu bakal didukung sumber daya manusia (SDM) yang mencukupi. KPUD Kota Semarang tengah merekrut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

    “Kemudian perlengkapan yang harus disiapkan sudah kami koordinasikan dan menekankan kesehatan,” tutur Suyanto.

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Semarang resmi menetapkan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryati Rahayu sebagai calon tunggal Wali Kota-Wakil Wali Kota Semarang pada Pilkada 2020. Pasangan petahana ini dipastikan melawan kotak kosong pada 9 Desember 2020.

    Sementara itu, Ketua KPUD Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin menggenjot tingkat partisipasi pemilih di Pilkada 2020. Pihaknya akan menyosialisasikan tata cara pemilihan yang hanya diikuti calon tunggal.
     
    "Kita tidak boleh takut partisipasi pemilih akan rendah. Kita akan berusaha maksimal sesuai mekanisme yang ada. KPU nanti berkewenangan sosialisasi bagaimana pilkada satu calon. Kita akan terbuka dan berimbang mengenai pilihan mereka yang bisa dapatkan," jelas Henry.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id