Uya Kuya vs Denise Cadel, yang Diuntungkan Siapa?

    Wandi Yusuf - 09 Juni 2021 13:23 WIB
    Uya Kuya vs Denise Cadel, yang Diuntungkan Siapa?
    Ilustrasi/Medcom.id



    Denise Chariesta membuat keluarga Surya Utama, 46, atau tenar dengan julukan Uya Kuya, produktif ngonten seminggu ini. Musababnya hanya karena konten kucing. Denise merasa konten Uya yang diunggah di platform media sosial TikTok itu menyinggungnya.

    Dari konten kucing ini, orkestra caci-maki terus muncul. Denise Cadel, demikian dia senang disebut, langsung menyerang pribadi Uya. Tak hanya itu, dia juga menyasar istri dan anak-anak Uya. 

     



    Kemarahan Denise ini tentu saja membuat keluarga Uya balik marah. Bahkan, sekeluarga datang ke rumah Denise untuk mempertanyakan apa yang menjadi duduk perkara Denise marah-marah tak tentu arah.

    Bukannya diladeni, Denise yang dikenal doyan pamer kekayaan itu justru mengurung diri. Dia merasa terancam oleh keluarga Uya. Denise merasa keluarga Uya mau melabraknya.

    Bagaimana akhirnya? Hingga kini belum ada titik temu. Stasiun televisi swasta mencoba memediasi keduanya, tapi gagal karena Denise merasa insecure. Lagi-lagi, upaya damai gagal. 

    Uya Kuya yang terkenal sebagai raja konten ini kemudian melampiaskan kemarahannya dengan menciptakan karya. Ya, dia menyebut perseteruannya dengan Denise ini layak menjadi konten. 

    Benar saja, beberapa kontennya langsung viral di Youtube. Konten prank atau menipu orang yang kerap dia unduh biasanya mentok di angka satu juta penonton. Kini, dengan modal menggoreng rivalitasnya bersama Denise, Uya menangguk banyak penonton.

    Cara Uya melampiaskan amarah lewat konten juga diikuti anak-anaknya. Cinta Rahmania Putri Khairunnisha (Cinta Kuya), putri sulung Uya, turut menjadikannya bahan. Viral juga! Emaknya, Astrid Khairunisha, juga menjadikan ini konten di TikTok. Dilihat jutaan orang juga.

    Denise sama saja. Diam-diam dia mendapat panjat sosial (pansos) gratis dari Uya. Subscriber Youtube-nya meroket seminggu terakhir. Lagunya berjudul "Gila" juga menanjak sinting. Yang mengomentari video itu nyaris 50 ribu per 9 Juni 2021, meskipun sebagian besar mencacinya. 

    Uya sempat menyindir lagu "Gila" Denise yang lebih banyak menekan tombol dislike. Artinya, video dia heboh karena kontroversi, bukan karena kualitas.

    Tapi tetap saja, upaya Denise berbuah manis. Sebesar apa pun kebencian orang atas tingkah lakunya, dia bisa menyulapnya menjadi cuan. Keuntungan. Di titik ini, Denise tak kalah cerdas dari Uya yang sudah malang-melintang di dunia hiburan Tanah Air.

    Dari kasus ini, rumus bahwa hujatan dan dukungan sama-sama mendatangkan keuntungan, amat pas. Begitulah logika media sosial yang berkembang saat ini. 

    Uya diuntungkan dengan dukungan atas keluarganya yang ditempatkan teraniaya oleh celotehan Denise. Sebaliknya, Denise juga cekatan berselancar di atas ombak hujatan terhadap dirinya. Untuk terus melaju dan meningkatkan viewers serta subscriber Youtubenya.

    Naga-naganya, logika ini juga hampir sama dengan logika pesta demokrasi di Indonesia sejak 2017. Benci dan rindu menjadi lokomotif untuk meraup dukungan. Baik itu di tingkat pemilihan kepala daerah hingga pemilihan presiden. Walaupun ancamannya sangat nyata: disintegrasi bangsa![]

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id